- Timnas Prancis menghadapi perselisihan internal terkait jatah tiket keluarga dengan Federasi Sepak Bola Prancis di Clairefontaine.
- Negosiasi bonus turnamen masih menemui jalan buntu meskipun terdapat usulan penundaan pembayaran hingga mencapai fase semifinal.
- Konflik internal jelang Piala Dunia 2026 ini berpotensi mengganggu performa Prancis saat menghadapi Senegal pada 16 Juni.
Suara.com - Ketegangan muncul di tubuh Timnas Prancis hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.
Perselisihan antara pemain dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mencuat akibat pembatasan jumlah tiket untuk keluarga.
Dalam pertemuan di Clairefontaine, Presiden FFF Philippe Diallo menawarkan dua tiket gratis dan enam tiket berbayar untuk setiap pemain.
Namun, proposal tersebut dinilai tidak memadai oleh skuad Les Bleus.
Situasi ini memicu ketidakpuasan di ruang ganti.
Meski begitu, para pemain tetap menjalani agenda resmi bersama sponsor tak lama setelah pertemuan berlangsung.
![Timnas Prancis menghadapi konflik internal hanya beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/60722-timnas-prancis.jpg)
Masalah tiket bukan satu-satunya sumber konflik. Ternyata masalah juga karena ujung-ujungnya duit alias UUD.
Negosiasi terkait bonus turnamen juga masih menemui jalan buntu, menambah panas suasana jelang kompetisi.
Sebelumnya, pada Maret lalu, federasi meminta para pemain menerima pemangkasan nilai bonus.
Hal itu sempat menimbulkan resistensi, meski pembicaraan terbaru disebut sedikit lebih konstruktif.
Salah satu opsi yang dibahas adalah menunda pembayaran bonus hingga fase semifinal.
Skema ini diharapkan bisa memusatkan insentif lebih besar pada fase krusial turnamen.
Meski konflik belum terselesaikan, Prancis tetap bersiap menghadapi laga pembuka. Mereka tergabung di Grup I bersama Irak, Norwegia, dan Senegal.
Prancis dijadwalkan menghadapi Senegal pada 16 Juni di New Jersey.
Namun, bayang-bayang konflik internal berpotensi mengganggu fokus tim dalam perburuan gelar juara dunia.