- Gelandang Denmark, Christian Eriksen, kolaps saat pertandingan melawan Ukraina di Nature Energy Park pada hari Senin.
- Pertandingan dihentikan pada menit ke-79 setelah Eriksen sempat kehilangan kesadaran akibat masalah jantung yang kambuh.
- Alat pacu jantung Eriksen berfungsi baik dan sang pemain kini sedang menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit.
Suara.com - Dunia sepak bola kembali dikejutkan oleh insiden medis yang menimpa gelandang legendaris Denmark, Christian Eriksen, yang mendadak kolaps dalam laga persahabatan melawan Ukraina.
Pemain berusia 34 tahun tersebut dilaporkan sempat tidak sadarkan diri di tengah lapangan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit di Kota Odense, Denmark.
Kejadian ini memaksa pertandingan yang berlangsung di Nature Energy Park pada Senin waktu setempat dihentikan sepenuhnya demi alasan kemanusiaan.
Kronologi Insiden di Menit Ke-65
Ketegangan mulai menyelimuti stadion ketika pertandingan memasuki menit ke-65, saat Eriksen terlihat memegangi dadanya sebelum jatuh tersungkur ke tanah.
Wasit asal Norwegia, Sigurd Smehus Kringstad, langsung bergerak cepat menghentikan laga pada menit ke-79 setelah melihat situasi medis yang cukup serius.
Tim medis timnas Denmark segera memberikan pertolongan pertama di atas lapangan, sementara para pemain kedua tim mengelilingi Eriksen dengan raut wajah cemas.
Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, memberikan konfirmasi mengenai kondisi awal sang pemain melalui pernyataan resmi federasi.
"Dia sempat tidak sadarkan diri sejenak, tetapi segera siuman dengan sangat cepat," ujar Morten Boesen dalam keterangan tertulisnya.
Peran Vital Alat Pacu Jantung (ICD)
Kabar baik datang saat dokter mengonfirmasi bahwa Eriksen mampu meninggalkan lapangan dengan berjalan kaki secara mandiri meski tetap harus menuju rumah sakit.
Boesen menilai perangkat implantable cardioverter-defibrillator (ICD) yang terpasang di jantung Eriksen bekerja dengan sangat baik.
"Kondisi Christian baik dan dia keluar lapangan sendiri, menurut penglihatan saya, alat pacu jantungnya merespons sebagaimana mestinya," tambah Boesen menjelaskan aspek teknis penyelamatan tersebut.
Eriksen kini tengah menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan di rumah sakit untuk menentukan penyebab pasti kambuhnya masalah jantung tersebut.
Meskipun harus menjalani perawatan intensif, Eriksen dilaporkan sudah bisa berkomunikasi dan mengirimkan pesan hangat untuk rekan-rekan setimnya.
"Christian dalam kondisi baik, dan dia meminta saya untuk menyampaikan salam kepada semua pemain dan memberi tahu mereka bahwa dia baik-baik saja," ungkap sang dokter.
Dukungan Mengalir dari Klub-Klub
Klub tempat Eriksen bernaung saat ini, VfL Wolfsburg, langsung memberikan respons cepat melalui unggahan di media sosial mereka.
"Kami memikirkanmu, Christian," tulis pihak Wolfsburg sembari menegaskan mereka terus menjalin kontak erat dengan federasi Denmark.
Dukungan juga datang dari mantan klubnya, Tottenham Hotspur, yang mendoakan agar sang maestro segera pulih sepenuhnya.
"Pikiran kami bersama Christian Eriksen dan keluarganya, berharap Anda pulih sepenuhnya dan cepat, Christian, kami semua bersamamu," tulis akun resmi X milik Tottenham.
Manchester United, klub yang ditinggalkan Eriksen pada 2025, juga mengirimkan pesan dukungan dan kekuatan untuk keluarga sang pemain.
Latar Belakang Medis dan Karier Eriksen
Insiden ini memicu kembali ingatan publik pada tragedi Euro 2020 di Kopenhagen, saat Eriksen mengalami henti jantung ketika menghadapi Finlandia.
Kala itu, nyawanya berhasil diselamatkan melalui proses resusitasi jantung paru (RJP) di lapangan sebelum akhirnya dipasangi alat pacu jantung permanen.
Masalah kesehatan tersebut sempat membuat kontraknya di Inter Milan berakhir karena aturan ketat Liga Italia terkait atlet dengan alat bantu jantung.
Namun, Eriksen membuktikan ketangguhannya dengan melakukan comeback luar biasa bersama Brentford di Premier League pada Februari 2022.
Ia kemudian menghabiskan tiga musim bersama Manchester United sebelum memutuskan hijrah ke Bundesliga Jerman untuk memperkuat Wolfsburg.
Kini, publik sepak bola dunia kembali menanti apakah sang jenderal lapangan tengah masih dapat melanjutkan karier profesionalnya setelah mengalami insiden kolaps untuk kedua kalinya.
Latar Belakang Peristiwa
Christian Eriksen merupakan salah satu pesepak bola paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Denmark. Setelah mengalami henti jantung di Euro 2020, ia berhasil kembali bermain di level tertinggi berkat pemasangan alat pacu jantung ICD.
Insiden terbaru saat laga Denmark kontra Ukraina kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi kesehatan sang pemain. Meski demikian, laporan awal dari tim medis menunjukkan kondisi Eriksen stabil dan alat pacu jantungnya bekerja sesuai fungsi yang diharapkan.