- Timnas Indonesia menang 3-0 atas Oman dan akan menghadapi Mozambik di SUGBK untuk memperbaiki peringkat FIFA.
- Erick Thohir memastikan proses naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker sedang berjalan demi memperkuat kedalaman skuad.
- Program naturalisasi strategis dilakukan untuk mengantisipasi pemain cedera serta menjaga kualitas tim di masa depan.
Suara.com - Kemenangan meyakinkan Timnas Indonesia atas Oman tak membuat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, cepat berpuas diri.
Meski skuad Garuda sukses menang 3-0 dan mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun tanpa kemenangan atas Oman, Erick menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Fokus Timnas Indonesia kini beralih ke laga uji coba berikutnya melawan Timnas Mozambik yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Menurut Erick, pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian yang tidak kalah berat bagi pasukan Merah Putih.
![Ivar Jenner mengaku Timnas Indonesia belum banyak mengetahui kekuatan Mozambik. Skuad Garuda memilih fokus mematangkan taktik jelang FIFA Matchday. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/87782-ivar-jenner-timnas-indonesia.jpg)
Ia menilai kualitas Mozambik patut diwaspadai, terutama karena posisi mereka di ranking FIFA masih berada di atas Indonesia.
Karena itu, Erick berharap Timnas Indonesia mampu melanjutkan tren positif demi mendongkrak posisi di peringkat dunia.
“Ya pasti senang, tapi kan masih ada pertandingan lawan Mozambik. Ranking-nya juga di atas kita 100,” kata Erick Thohir kepada awak media.
“Ya mudah-mudahan kalau kedua pertandingan ini hasilnya baik, kan paling tidak peringkat FIFA-nya juga bisa lebih baik gitu,” ucapnya.
Naturalisasi Jadi Solusi Jaga Kedalaman Skuad
Di tengah euforia kemenangan atas Oman, Erick juga memberikan perkembangan terbaru terkait program naturalisasi pemain keturunan.
Saat ini, dua pemain yang tengah menjalani proses tersebut adalah Luke Vickery dan Mitchell Baker.
Keduanya sudah mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia sejak akhir Mei. Namun, mereka belum dapat tampil membela Garuda pada agenda FIFA Matchday karena status kewarganegaraan Indonesia mereka belum rampung.
Erick memastikan proses naturalisasi masih berjalan dan meminta semua pihak bersabar menunggu tahapan administrasi selesai.
"Belum (selesai), nanti masih proses. Masih proses, masih proses. Sabar, sabar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa kebutuhan akan pemain naturalisasi bukan sekadar untuk menambah pilihan pemain.
Menurutnya, Timnas Indonesia membutuhkan kedalaman skuad yang kuat agar mampu menghadapi berbagai situasi, termasuk ketika pemain utama harus menepi akibat cedera atau faktor usia.
“Ya kembali, pemain kan kadang-kadang dengan keterbatasan umur, bisa juga cedera yang tidak diinginkan. Ya kita harus antisipasi,” kata Erick Thohir.
Banyak Pemain Masih Dibekap Cedera
Ia kemudian mencontohkan kondisi yang sedang dialami Timnas Indonesia. Sejumlah pemain penting belum bisa memperkuat tim karena masih berkutat dengan proses pemulihan cedera.
Situasi tersebut membuat kebutuhan akan stok pemain berkualitas menjadi semakin penting bagi skuad asuhan John Herdman.
Nama-nama seperti Miliano Jonathan, Jay Idzes, Dean James, dan Eliano Reijnders disebut masih belum berada dalam kondisi terbaik untuk memperkuat Garuda pada FIFA Matchday kali ini.
Karena itulah, Erick menegaskan bahwa program naturalisasi tetap menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga kualitas dan kedalaman skuad Timnas Indonesia dalam jangka panjang.
“Seperti Milano Jonathan kan sampai sekarang belum bisa kembali merumput. Marselino yang kita harapkan bisa, usianya masih muda, belum bisa kembali."
"Terus juga kemarin Jay (Idzes) cedera, Mees Hilgers juga belum kembali,” pungkasnya.