- Fotografer timnas Irak, Talal Salah, dideportasi dari Amerika Serikat setelah ditahan selama 13 jam di bandara setempat.
- Insiden penolakan masuk tersebut menyebabkan Talal Salah gagal mendampingi skuad Irak selama turnamen Piala Dunia 2026.
- Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa prosedur ketat imigrasi diterapkan demi mencegah potensi ancaman terorisme ke dalam wilayahnya.
Suara.com - Seorang fotografer tim nasional Irak, Talal Salah, dideportasi dari Amerika Serikat setelah ditahan selama 13 jam di bandara.
Talal ditolak masuk ke wilayah AS dan langsung dipulangkan ke Baghdad, menurut laporan media Irak.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Irak maupun otoritas Amerika Serikat terkait alasan penolakan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah kedatangan tim Irak untuk mengikuti Piala Dunia 2026.
Akibat kejadian itu, Talal dipastikan tidak dapat mendampingi timnya selama turnamen berlangsung.
Bahkan, tidak ada dokumentasi resmi terkait kedatangan skuad Irak di media sosial mereka sejak keberangkatan menuju Amerika Serikat.
Selain Talal, penyerang Irak Aymen Hussein juga sempat menjalani pemeriksaan selama tujuh jam setibanya di AS.
Namun, Hussein akhirnya diizinkan masuk setelah melalui proses investigasi lebih lanjut.

Irak tergabung di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal.
Timnas Irak dijadwalkan memulai kampanye Piala Dunia pada 16 Juni melawan Norwegia.
Dua pertandingan awal Irak akan digelar di Amerika Serikat, sementara laga ketiga berlangsung di Kanada.
Insiden ini menambah sorotan terhadap prosedur imigrasi menjelang turnamen besar tersebut.
Sebelumnya, Timnas Iran tiba di Tijuana, Meksiko, Minggu waktu setempat, jelang Piala Dunia 2026.
Kedatangan ini diwarnai kritik keras Teheran terhadap kebijakan visa Amerika Serikat yang dinilai menghambat persiapan tim.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa skuadnya baru mendapat izin masuk ke AS hanya sehari sebelum pertandingan.
Taj menyebut langkah tersebut sebagai bentuk perlakuan tidak adil terhadap Iran
“Kami tidak tahu sejauh mana sikap penghalangan Amerika akan berlanjut. Ini mencerminkan niat buruk dan tidak adanya kesetaraan antar tim,” ujar Taj, dikutip media Iran.
Pemerintah AS membantah tudingan tersebut.
Seorang pejabat menyatakan visa untuk pemain dan staf penting telah diterbitkan sesuai kebutuhan turnamen.
“Kami tidak akan membiarkan sistem ini disalahgunakan untuk menyusupkan teroris ke Amerika Serikat,” kata pejabat tersebut dilansir dari CNN Internasional.