- Shin Tae-yong resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persija Jakarta untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang.
- Pelatih asal Korea Selatan tersebut menekankan prinsip disiplin dan kerja keras untuk membawa Persija meraih gelar juara.
- Sebelumnya, Shin Tae-yong memiliki catatan kurang memuaskan saat melatih Ulsan HD dengan rata-rata satu poin per pertandingan.
Suara.com - Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persija Jakarta untuk mengarungi Super League 2026/2027.
Tentu saja kehadiran Shin Tae-yong diharapkan suporter Persija Jakarta, The Jakmania bisa membawa tim Macan Kemayoran menjadi juara Super League musim depan.
Dalam pernyataan perdananya, Shin Tae-yong menegaskan dua kata kunci yang bisa jadi faktor utama untuk membawa Persija menjadi juara Super League, yakni disiplin dan kerja keras.
“Saya menempatkan prinsip dan disiplin sebagai prioritas utama. Saya akan memimpin dengan penuh semangat dan fokus hingga detik terakhir demi kemenangan,” ujarnya.
Sebelum bergabung dengan Persija, Shin sempat menangani Ulsan HD di Korea Selatan.
![Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta dalam jumpa pers di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/63697-persija-shin-tae-yong.jpg)
Namun, periode tersebut berakhir kurang memuaskan setelah hanya meraih 2 kemenangan dari 10 pertandingan, dengan total 10 poin.
Perjalanan singkat Shin Tae-yong bersama Ulsan HD menyisakan catatan yang jauh dari kata ideal.
Dari sisi produktivitas, tim asuhannya mencetak 10 gol namun kebobolan 16 kali.
Statistik tersebut mencerminkan masalah keseimbangan, terutama di lini pertahanan yang kerap rapuh menghadapi tekanan lawan.
Shin dikenal mengandalkan formasi 3-4-3 sebagai skema utama.
Namun dalam praktiknya, ia beberapa kali melakukan variasi taktik seperti 4-1-4-1, 4-4-2, hingga 3-5-2 demi mencari komposisi terbaik.
Eksperimen tersebut belum membuahkan hasil konsisten.
Dalam beberapa laga, Ulsan mampu tampil kompetitif, termasuk saat menahan imbang Shanghai Shenhua dan Daegu FC, namun di pertandingan lain justru tampil lemah, seperti saat kalah telak dari Gimcheon Sangmu dan Suwon FC.
Satu-satunya kemenangan meyakinkan datang saat menghadapi Jeju SK dengan skor tipis 1-0.
Sementara kemenangan lain diraih di ajang Liga Champions Asia saat menundukkan Chengdu Rongcheng.