- Joey Pelupessy menegaskan Timnas Indonesia mengincar kemenangan kedua di FIFA Matchday Juni 2026 saat menjamu Mozambik di SUGBK.
- Skuad Garuda membawa modal kepercayaan diri tinggi usai memutus rekor buruk 38 tahun melawan Oman dengan kemenangan telak 3-0.
- Pelupessy memuji kontribusi dan kecepatan adaptasi pemain muda seperti Mathew Baker, Doni Tri Pamungkas, dan Mauro Zijlstra dalam sistem permainan John Herdman.
Suara.com - Gelandang jangkar Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, menegaskan ambisi besar skuad Garuda untuk menyapu bersih kemenangan pada agenda FIFA Matchday edisi Juni 2026.
Setelah sukses melumat Oman dengan skor telak, kini fokus utama pasukan Merah Putih adalah menumbangkan tantangan dari wakil Afrika, Mozambik.
Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (9/6/2026) malam.
Joey Pelupessy menginginkan seluruh rekan setimnya memberikan performa maksimal demi menjaga momentum positif yang tengah menyelimuti tim nasional.
![Ivar Jenner mengaku Timnas Indonesia belum banyak mengetahui kekuatan Mozambik. Skuad Garuda memilih fokus mematangkan taktik jelang FIFA Matchday. [Dok. KitaGaruda]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/87782-ivar-jenner-timnas-indonesia.jpg)
Kemenangan di laga kedua ini dianggap sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab pemain untuk memberikan hiburan berkualitas bagi para suporter.
"Target utama kami menyelesaikan (laga melawan Mozambik) dengan baik dan membuat semua orang bahagia," ujar Joey Pelupessy dalam sesi konferensi pers di Jakarta.
Waspadai Perubahan Taktik Timnas Mozambik
Kepercayaan diri skuad Garuda saat ini sedang berada di titik tertinggi setelah mengakhiri kutukan 38 tahun tanpa kemenangan atas Oman.
Hasil impresif 3-0 pada Jumat lalu menjadi modal psikologis yang sangat berharga bagi anak asuh John Herdman.
Namun, Pelupessy memberikan peringatan bahwa Mozambik memiliki karakteristik permainan yang berbeda dibandingkan Oman.
Lawan kali ini diprediksi akan memperagakan permainan yang lebih fisik dan menuntut kesiapan stamina ekstra sepanjang pertandingan.
Timnas Indonesia pun diwajibkan tetap waspada dan siap menghadapi segala perubahan skema taktis yang mungkin diterapkan lawan.
Joey memastikan seluruh pemain tetap menjaga semangat juang mereka meski waktu istirahat yang tersedia tergolong singkat.
"Kami harus mendapatkan hasil bagus kedua karena dengan begitu kami menyelesaikan pemusatan latihan dan musim ini dengan cara yang baik," tutur pemain yang merumput di Liga Belgia tersebut.
Ledakan Bakat Muda di Bawah John Herdman
Performa menanjak Timnas Indonesia belakangan ini juga tidak lepas dari keberanian John Herdman mengorbitkan talenta-talenta muda berbakat.
Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah Mathew Baker yang sukses mencatatkan debut manis saat menghadapi Oman.
Joey Pelupessy menilai kehadiran darah baru di dalam skuad memberikan dimensi permainan yang lebih segar dan dinamis bagi tim Garuda.
Selain Baker, nama-nama seperti Doni Tri Pamungkas dan Mauro Zijlstra juga disebut telah menyatu dengan sistem permainan tim senior.
Kemampuan adaptasi yang cepat dari para pemain muda ini diakui mempermudah tugas para pemain senior dalam mengontrol jalannya pertandingan.
"Jadi, menurut saya, ini perkembangan positif bagi grup bahwa kami memiliki pemain yang berbeda dan juga pemain muda di dalamnya karena mereka bisa beradaptasi," jelas Pelupessy.
Persiapan Akhir Jelang Duel di SUGBK
Pertandingan melawan Mozambik menjadi ujian akhir bagi kedalaman skuad Indonesia sebelum menatap agenda yang lebih berat pada masa mendatang.
PSSI menargetkan poin maksimal di laga ini agar posisi Indonesia di ranking FIFA dapat meningkat secara signifikan.
John Herdman sendiri dikabarkan telah mematangkan strategi khusus untuk meredam kecepatan para pemain sayap Mozambik yang dikenal eksplosif.
Ribuan suporter diprediksi kembali memadati tribun SUGBK untuk memberikan dukungan langsung kepada Timnas Indonesia.
Harapannya, kemenangan kedua ini akan menjadi kado indah bagi seluruh rakyat Indonesia sekaligus menutup agenda internasional bulan Juni dengan hasil sempurna.