Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Galih Prasetyo

Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:07 WIB
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
Spanyol lolos ke Piala Dunia 2026 meski ditahan imbang oleh Turki. (Instagram/@sefutbol)
baca 10 detik
  • Majalah The Economist menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis lirik lagu kebangsaan dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026.
  • Studi mengungkapkan Spanyol paling sering digambarkan sebagai antagonis karena sejarah kolonialisme yang memicu konflik di berbagai negara dunia.
  • Sebagian besar lagu kebangsaan mengandung referensi kekerasan historis, sedangkan segelintir negara lainnya memilih tema perdamaian serta persatuan nasional.

Suara.com - Sebuah studi terbaru dari majalah The Economist mengungkap fakta menarik di balik lagu kebangsaan tim-tim peserta Piala Dunia 2026.

Analisis tersebut menyebut Spanyol sebagai negara yang paling sering muncul sebagai antagonis dalam lirik lagu kebangsaan berbagai negara lainnya.

Penelitian ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengkaji lirik lagu dari 48 negara peserta.

Fokusnya adalah mencari referensi terkait perang, invasi, tokoh sejarah, serta konflik nasional yang terekam dalam simbol-simbol kebangsaan tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa nama Spanyol paling sering dikaitkan dengan konflik atau digambarkan secara negatif.

Hal ini tak lepas dari sejarah panjang kolonialisme Spanyol yang pernah menguasai banyak wilayah di dunia, terutama di Amerika Latin.

Beberapa lagu kebangsaan bahkan secara eksplisit menyinggung masa lalu tersebut.

Lagu kebangsaan Ekuador, misalnya, menggambarkan jatuhnya kekuasaan Spanyol dengan metafora singa yang tumbang.

Sementara versi lengkap lagu Belanda juga menyimpan referensi konflik dengan monarki Spanyol.

baca juga

Selain itu, lagu kebangsaan Meksiko mencerminkan perjuangan panjang mempertahankan kedaulatan dari ancaman asing.

Narasi sejarah yang keras ini memperkuat posisi Spanyol sebagai simbol penjajahan dalam banyak lirik.

Tak hanya itu, studi ini juga menemukan bahwa unsur kekerasan masih mendominasi banyak lagu kebangsaan.

Dari 48 negara peserta, hanya delapan yang tidak memiliki referensi kuat terhadap perang, senjata, atau pengorbanan.

Peneliti mencatat bahwa lagu-lagu yang lebih tua cenderung lebih agresif.

Banyak di antaranya ditulis pada abad ke-19, saat dunia dipenuhi perang kemerdekaan dan konflik teritorial.

Portugal tercatat sebagai negara dengan lagu kebangsaan paling militan.

Lagu tersebut memiliki sekitar 11 referensi kekerasan dalam setiap 100 kata, termasuk seruan terkenal Às armas yang berarti Angkat senjata!.

Negara lain seperti Prancis, Uruguay, dan Tunisia juga mempertahankan nuansa militeristik dalam lagu kebangsaannya.

Lirik mereka menonjolkan semangat perlawanan, pengorbanan, hingga martir demi tanah air.

Sebaliknya, beberapa negara memilih pendekatan yang lebih damai.

Lagu kebangsaan Jerman menekankan persatuan dan kebebasan, Jepang mengangkat tema waktu dan keabadian, sementara Kanada hampir tidak mengandung unsur konflik.

Untuk tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat dan Meksiko tetap menampilkan tema patriotisme dan perjuangan.

Namun, lagu kebangsaan Meksiko dinilai lebih konfrontatif karena lahir dari sejarah panjang invasi dan konflik wilayah.

Studi ini menunjukkan bahwa lagu kebangsaan bukan sekadar simbol seremonial, tetapi juga cerminan sejarah panjang sebuah bangsa, termasuk luka, perjuangan, dan identitas yang masih membekas hingga hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

Wataru Endo Mundur dari Jepang, Rekan Setim Kevin Diks Jadi Penggantinya

Wataru Endo Mundur dari Jepang, Rekan Setim Kevin Diks Jadi Penggantinya

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:55 WIB

Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih

Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:15 WIB

Japan Youth Summit 2026: Pemuda Dunia Berinovasi Lewat Proyek dan Cultural Exchange

Japan Youth Summit 2026: Pemuda Dunia Berinovasi Lewat Proyek dan Cultural Exchange

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:52 WIB

Klarifikasi Rodri Usai Insiden Kakinya Diinjak Gavi Jelang Piala Dunia 2026

Klarifikasi Rodri Usai Insiden Kakinya Diinjak Gavi Jelang Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×