Laga Perdana Tim Melli Diwarnai Demonstrasi Anti-Republik Islam Iran di Depan Stadion SoFi

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:55 WIB
Laga Perdana Tim Melli Diwarnai Demonstrasi Anti-Republik Islam Iran di Depan Stadion SoFi
Protes keras anti-rezim mewarnai laga pembuka Iran di Piala Dunia Los Angeles. (CNN Internasional)
baca 10 detik
  • Demo besar anti-pemerintah Iran pecah di luar Stadion SoFi menjelang laga Piala Dunia.

  • FIFA secara resmi melarang pengibaran bendera pra-revolusi Iran di dalam area stadion.

  • Suporter terpecah antara menyuarakan tuntutan politik atau fokus mendukung perjuangan skuad nasional.

Suara.com - Ketegangan politik langsung menyelimuti laga perdana Iran dalam turnamen Piala Dunia di Stadion SoFi, Los Angeles, Selasa (16/6/2026). Gelombang demonstran antipemerintah memadati area luar stadion sesaat sebelum peluit pertama ditiup.

Aksi ini membuktikan bahwa sepak bola tidak pernah benar-benar lepas dari konflik geopolitik dunia. Arena olahraga global kini berubah menjadi panggung kecaman terbuka terhadap otoritas Teheran.

Massa memanfaatkan sorotan media internasional untuk menyuarakan penolakan terhadap legitimasi Republik Islam Iran. Mereka mendesak adanya perubahan total atas kepemimpinan di negara asal mereka.

Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun. [@ME_Observer_]
Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun. [@ME_Observer_]

Yel-yel bernada politis menggema keras di tengah kerumunan suporter yang hendak memasuki stadion. Beberapa kelompok massa bahkan membawa pesan spesifik yang meminta intervensi politik global.

Rekaman video di lapangan menunjukkan demonstran meneriakkan, "Presiden Trump, selesaikan tugasmu!"

Pekikan lain yang tidak kalah nyaring berbunyi, "tidak ada lagi Republik Islam!"

Tuntutan ini didasari atas akumulasi kemarahan publik terhadap rekam jejak pelanggaran hak asasi manusia. Rezim yang berkuasa dianggap telah merampas kebebasan warga sipil secara sewenang-wenang.

Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun. [@ME_Observer_]
Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan duel di lapangan, tetapi juga memanas di tribun. [@ME_Observer_]

"Saya di sini untuk memprotes Republik Islam di Iran, rezim teroris pembunuh yang kejam yang selama 40 tahun terakhir telah membunuh dan menyiksa dan memenjarakan banyak orang di negara kami," kata Iman Foroutan, kepala arsitek sistem di lembaga swadaya masyarakat hak asasi manusia SOS Iran Profit kepada Reuters.

Simbol perlawanan juga diperlihatkan melalui pengibaran atribut historis yang sarat makna politis. Bendera dengan gambar Matahari dan Singa tampak mendominasi barisan para demonstran.

baca juga

Atribut kuno tersebut merupakan simbol resmi negara sebelum terjadinya pergolakan besar pada tahun 1979. Penggunaan identitas lama ini menegaskan penolakan total terhadap simbol pemerintahan yang sekarang.

Namun, otoritas sepak bola tertinggi bergerak cepat membatasi ruang gerak simbol politik tersebut. Kebijakan ketat langsung diberlakukan demi menjaga netralitas jalannya kompetisi olahraga.

FIFA secara resmi melarang pengibaran bendera era pra-revolusi di dalam area tribun stadion. Keputusan ini diambil dengan bersandar pada regulasi keselamatan dan ketertiban penonton.

Gugatan hukum sempat dilayangkan untuk membatalkan aturan sepihak yang dikeluarkan oleh FIFA tersebut. Kendati demikian, sidang darurat di Los Angeles pada hari Senin tetap memperkuat sanksi larangan itu.

Di seberang kelompok demonstran, riuh dukungan untuk skuad di lapangan tetap terdengar. Sebagian warga Iran memilih memisahkan sentimen politik demi membela perjuangan para atlet.

Mereka menganggap ajang internasional ini harus menjadi pemersatu bangsa yang sedang terkoyak. Fokus utama kelompok ini adalah memberikan energi positif bagi perjuangan kesebelasan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Publik Barat Tuding Selebrasi Gol Pemain Iran Mohammad Mohebi Provokatif, FIFA Didesak Hukum

Publik Barat Tuding Selebrasi Gol Pemain Iran Mohammad Mohebi Provokatif, FIFA Didesak Hukum

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:46 WIB

Dari Poster Ali Khamenei hinga Bendera Palestina Berkibar di Laga Iran vs Selandia Baru

Dari Poster Ali Khamenei hinga Bendera Palestina Berkibar di Laga Iran vs Selandia Baru

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:36 WIB

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB

Terkini

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:41 WIB

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:39 WIB

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:37 WIB

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

×