YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

Vania Rossa

Rabu, 16 September 2026 | 17:41 WIB
YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat
Ketua YLBHI Isnur. (Suara.com/Agustin Dwi Anggraini)
baca 10 detik
  • YLBHI menyoroti pembahasan kilat RUU Pengaturan Reforma Agraria yang disahkan DPR pada September 2026.
  • Ketua YLBHI Isnur meminta DPR memperluas penyerapan aspirasi dan mengkaji substansi undang-undang secara serius.
  • Organisasi tersebut mendesak agar proses legislasi dilakukan lebih cermat untuk mencegah terjadinya tumpang tindih aturan.

Suara.com - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyoroti proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria yang dinilai berlangsung terlalu cepat.

Ketua YLBHI Isnur mengatakan kekhawatiran tersebut muncul setelah melihat rangkaian proses pembahasan RUU yang berlangsung dalam waktu singkat.

“Kenapa kami berpandangan khawatir ini akan cepat? Karena memang kami melihat prosesnya, jadi bertanya. Ini benar-benar masuk proyek emas di 27 Agustus. Kemudian tanggal 1 sudah ada penyusunan langsung. Jadi, ini respons yang cepat ya, tapi juga menjadi pertanyaan. Kemudian sampai 7 pembahasan penyusunan, dan tanggal 8 langsung paripurna dan dijadikan sebagai inisiatif DPR,” kata Isnur dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Isnur menilai proses pembahasan tersebut perlu dilakukan dengan lebih hati-hati karena reforma agraria menjadi momentum penting yang menyangkut banyak pihak.

“Ini awal proses yang saya perlu diperluas. Perlu kemudian DPR memerhatikan dengan seksama, bagaimana harmonisasi, bagaimana ketentuan, bagaimana tumpang tindih tidak terjadi,” ujarnya.

Karena itu, Isnur mendorong DPR tidak hanya mengejar waktu penyelesaian, tetapi memperluas penyerapan aspirasi dan mengkaji substansi RUU secara serius.

“Jadi, untuk kami, waktu yang saat ini, kami mendorong DPR untuk lebih luas menyerap aspirasi, mengkaji secara serius, mendengarkan masukan-masukan, yang dengan waktu yang singkat ini, berusaha secara maksimal, menelaah, memahami dan memberi catatan kritis,” katanya.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini 

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:45 WIB

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

Draf RUU Reforma Agraria Masih Berpihak pada Swasta! Tanah untuk Rakyat atau Korporasi?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 17:57 WIB

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

Prabowo Panggil Bahlil, Zulhas, hingga Bos Danantar di Istana, Ini yang Dibahas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:56 WIB

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:55 WIB

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:52 WIB

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

Membedah Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Lewat 'Orang Kepercayaan' di Kasus HGB ATR/BPN

Membedah Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Lewat 'Orang Kepercayaan' di Kasus HGB ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

3 Rekomendasi Setrika yang Cepat Panas dan Licin, Sekali Gosok Kusut Hilang

3 Rekomendasi Setrika yang Cepat Panas dan Licin, Sekali Gosok Kusut Hilang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:45 WIB

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:43 WIB

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:41 WIB

×