- Amerika Serikat tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-4 melawan Belgia pada babak 16 besar di Seattle Stadium.
- Efektivitas serangan Belgia melalui gol De Ketelaere, Vanaken, dan Lukaku menghentikan langkah Amerika Serikat yang tampil sebagai tuan rumah.
- Pemain Amerika Serikat berkomitmen menjadikan kegagalan ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan standar prestasi sepak bola di masa mendatang.
Suara.com - Amerika Serikat resmi tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Belgia pada babak 16 besar.
Bintang utama tim, Christian Pulisic, mengaku sangat terpukul melihat cara timnya mengakhiri perjalanan sebagai salah satu tuan rumah turnamen.
Laga yang digelar di Seattle Stadium pada Selasa waktu setempat itu berakhir dengan kemenangan meyakinkan Belgia.
Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi publik Negeri Paman Sam yang berharap tim kesayangannya mampu melangkah lebih jauh di hadapan pendukung sendiri.
![Amerika Serikat lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Bosnia 2-0. Gol Folarin Balogun dan Malik Tillman mengantar AS menghadapi Belgia. [Dok. IG USMNT]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/02/67034-amerika-serikat-lolos-ke-babak-16-besar-piala-dunia-2026.jpg)
Pulisic mengakui Amerika Serikat sempat menunjukkan perkembangan positif sepanjang turnamen. Namun, kekalahan di fase gugur menjadi penutup yang sangat mengecewakan.
"Sampai hari ini kami sangat bangga dengan perjalanan kami. Kami melakukan banyak hal dengan baik, tetapi cara kami mengakhiri turnamen ini tentu sangat mengecewakan," ujar Christian Pulisic, dikutip dari laman resmi FIFA.
Belgia Tampil Lebih Efektif
Amerika Serikat sempat memberikan perlawanan lewat gol indah Malik Tillman pada menit ke-31 yang menyamakan kedudukan setelah Charles De Ketelaere membuka keunggulan Belgia.
Namun, keunggulan mental Belgia kembali terlihat ketika De Ketelaere mencetak gol keduanya hanya dua menit kemudian.
Pada babak kedua, Belgia semakin menjauh berkat gol Hans Vanaken dan Romelu Lukaku.
Pulisic menilai lawannya tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
"Kami menghadapi tim yang sangat bagus dan sangat klinis di kedua kotak penalti, sementara kami tidak mampu melakukan hal yang sama," kata Pulisic.
Menurut pemain AC Milan tersebut, kegagalan menjaga pertahanan dan buruknya penyelesaian akhir menjadi penyebab utama kekalahan timnya.
"Pertandingan dimenangkan di area-area itu, dan hari ini kami tidak cukup baik," tambahnya.
Jadikan Kegagalan Sebagai Pelajaran
Bek Amerika Serikat, Chris Richards, mengajak seluruh tim untuk menjadikan kegagalan ini sebagai pelajaran berharga.
Ia berharap pencapaian menembus babak 16 besar menjadi fondasi bagi perkembangan sepak bola Amerika Serikat pada masa mendatang.
Richards menilai target lolos ke perempat final harus menjadi standar baru tim nasional.
"Semoga ini baru permulaan bagi kelompok pemain ini dan federasi kami. Saya rasa minimal mencapai perempat final harus menjadi standar kami di masa depan," ujar Richards.
Ia juga berharap fondasi yang telah dibangun mampu membantu regenerasi pemain muda agar lebih kompetitif di level internasional.
"Semoga kami telah meletakkan fondasi untuk generasi berikutnya," lanjutnya.
Kekalahan dari Belgia sekaligus memastikan tidak ada satu pun negara tuan rumah yang tersisa di Piala Dunia 2026, setelah Kanada dan Meksiko lebih dulu tersingkir.
Sementara itu, Belgia melaju ke babak perempat final dan akan menghadapi Spanyol dalam laga yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles pada Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB.
