- Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di Piala Dunia 2026 Atlanta melalui keputusan kontroversial pembatalan gol via VAR.
- Intervensi politik Presiden AS terkait skorsing Folarin Balogun memicu spekulasi mengenai pengaruh kepentingan bisnis terhadap FIFA.
- Pakar dan pengamat mempertanyakan konsistensi wasit serta transparansi FIFA dalam menjaga integritas turnamen bagi nilai komersial.
Suara.com - Kontroversi mengenai integritas Piala Dunia 2026 kembali mencuat setelah kemenangan dramatis Argentina 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar di Atlanta.
Sorotan publik tertuju pada keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang membatalkan gol Mesir setelah proses peninjauan yang dinilai berlangsung cukup lama.
Perdebatan tersebut muncul hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan telah meminta FIFA mencabut skorsing striker timnas AS, Folarin Balogun.
![Folarin Balogun menjelma menjadi salah satu penyerang paling tajam yang mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. [Instagram Folarin Balogun]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/13/44886-folarin-balogun.jpg)
Rangkaian peristiwa itu memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya pengaruh politik dan kepentingan komersial dalam turnamen.
Mengutip laporan Al Jazeera, sejumlah pakar menilai batas antara olahraga, politik, dan bisnis semakin tipis sehingga berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap FIFA.
Pakar Pertanyakan Integritas FIFA
Profesor olahraga di Emlyon Business School, Simon Chadwick, mempertanyakan kredibilitas sejumlah keputusan yang diambil selama turnamen.
"Setelah urusan Balogun, siapa yang tahu keputusan mana yang sah dan dapat dipercaya, dan mana yang tidak?" ujar Simon Chadwick.
Chadwick juga menyoroti kedekatan politik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden Argentina, Javier Milei.
Di sisi lain, kubu Mesir menilai Argentina memperoleh keuntungan dari sejumlah keputusan wasit.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan menduga ada tekanan agar Lionel Messi tetap bertahan di turnamen.
"Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan," ujar Hossam Hassan kepada beIN Sports.
VAR dan Konsistensi Wasit Jadi Sorotan
Hassan menilai Argentina memperoleh keuntungan dalam sejumlah keputusan penting sepanjang pertandingan.
Sementara itu, Chadwick menilai proses pengambilan keputusan wasit dalam laga tersebut tergolong tidak lazim.
Gol kedua Mesir baru dianulir beberapa saat setelah bola bersarang di gawang Argentina melalui tinjauan VAR.
Sebaliknya, sejumlah insiden yang melibatkan pemain Argentina tidak mendapatkan peninjauan serupa.
"Setidaknya, standar perwasitan selama pertandingan tersebut agak tidak konsisten, meskipun para kritikus jelas membuat klaim yang jauh lebih serius," kata Chadwick.
Laporan Al Jazeera juga menyebut Jose Mourinho mengkritik jalannya pertandingan dan menyebut laga tersebut sebagai sebuah "perampokan di siang bolong".
Analis sepak bola Ali El Garni turut memberikan pandangannya terhadap pertandingan tersebut.
"Argentina diuntungkan dari semua insiden 50/50," ujar Ali El Garni.
Ia mempertanyakan apakah VAR akan mengambil keputusan yang sama apabila situasi serupa dialami Argentina.
Daya Tarik Messi Jadi Perbincangan
Meski demikian, Chadwick menegaskan dirinya tidak menyimpulkan adanya pengaturan pertandingan.
Namun, ia mengakui Lionel Messi memiliki nilai komersial yang sangat besar bagi turnamen.
"Tidak ada keraguan bahwa Messi adalah daya tarik box office yang benar-benar tidak boleh dilewatkan oleh turnamen ini," ungkap Chadwick.
Menurutnya, salah satu solusi untuk meningkatkan transparansi adalah membuka komunikasi antara wasit dan VAR kepada publik, sehingga penonton dapat memahami alasan di balik setiap keputusan penting.
FIFA pun kini menghadapi tantangan besar untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan VAR dan kualitas kepemimpinan wasit pada sisa pertandingan Piala Dunia 2026.
