- Presiden FIFA Gianni Infantino mewacanakan penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 negara setelah kesuksesan edisi 48 tim.
- Wacana penambahan kuota peserta ini berpotensi membuka peluang lebih besar bagi Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2030.
- Pemerintah Indonesia dan pelatih John Herdman terus berupaya memperkuat kualitas skuad Garuda demi menembus putaran final mendatang.
Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan sinyal mengenai kemungkinan penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 negara pada edisi mendatang.
Wacana tersebut mencuat seiring kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim nasional.
Infantino menegaskan bahwa perluasan format bertujuan memberikan kesempatan lebih besar bagi setiap negara untuk bermimpi tampil di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.
Bagi Timnas Indonesia, wacana tersebut bisa menjadi angin segar karena berpotensi memperbesar peluang lolos ke Piala Dunia 2030.
Jika jumlah peserta benar-benar bertambah menjadi 64 tim, kuota untuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) diperkirakan juga akan meningkat dari 8,5 slot yang tersedia pada Piala Dunia 2026.
Berkaca pada Perjalanan Timnas Indonesia

Peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 dinilai cukup realistis jika berkaca pada performa skuad Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia berhasil melaju hingga putaran ketiga. Setelah tongkat kepelatihan beralih kepada Patrick Kluivert, langkah Tim Garuda terhenti di putaran keempat.
Keberhasilan menembus fase tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mulai mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Asia.
Dengan format 48 peserta saja Indonesia mampu melangkah jauh di babak kualifikasi, apalagi jika jumlah peserta Piala Dunia bertambah menjadi 64 negara.
Misi John Herdman Menuju Piala Dunia 2030
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menetapkan target membawa skuad Garuda tampil di Piala Dunia 2030.
Pelatih asal Inggris itu juga terus memantau potensi pemain diaspora berkualitas yang berkarier di kompetisi elite Eropa guna memperkuat kedalaman skuad.
Herdman meyakini perpaduan pemain lokal dan diaspora dapat membentuk tim yang kompetitif di level internasional.
"Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030," kata Herdman melalui kanal YouTube Antara TV Indonesia.
Selain itu, penerapan metode latihan modern dan analisis data diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan serta mental bertanding para pemain.
Dukungan Pemerintah untuk Timnas
Ambisi membawa Indonesia ke Piala Dunia juga mendapat dukungan dari pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menggelar pertemuan dengan John Herdman bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, di Hambalang.
Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem sepak bola nasional, mulai dari pembenahan kompetisi domestik hingga peningkatan fasilitas latihan.
"Tadinya kita berharap Timnas kita bisa lolos tahun ini, namun sementara masih belum," kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
"Oleh karena itu, persiapan ke depan harus jauh lebih matang, termasuk menghadapi event-event seperti FIFA Series tahun depan," lanjutnya.
Faktor Finansial Jadi Pertimbangan FIFA
Di sisi lain, wacana penambahan peserta Piala Dunia juga didorong oleh kesuksesan komersial turnamen.
Piala Dunia 2026 diproyeksikan menghasilkan pendapatan hingga sekitar Rp314 triliun bagi FIFA, didukung tingkat keterisian stadion yang hampir mencapai 100 persen.
Infantino menilai semakin banyak negara yang berpartisipasi akan meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memperluas pasar sepak bola dunia.
Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum mengambil keputusan resmi terkait penambahan peserta menjadi 64 tim. Wacana tersebut baru akan dibahas setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Apabila nantinya disetujui, peluang Timnas Indonesia untuk mewujudkan mimpi tampil di putaran final Piala Dunia 2030 tentu akan semakin terbuka.
