Intip Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030 usai FIFA Bahas Format 64 Peserta

Arief Apriadi

Senin, 13 Juli 2026 | 21:40 WIB
Intip Peluang Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030 usai FIFA Bahas Format 64 Peserta
Wacana Piala Dunia 2030 diikuti 64 negara membuka peluang Timnas Indonesia lolos ke putaran final. Simak analisis peluang skuad Garuda dan faktor pendukungnya. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
baca 10 detik
  • Presiden FIFA Gianni Infantino mewacanakan penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 negara setelah kesuksesan edisi 48 tim.
  • Wacana penambahan kuota peserta ini berpotensi membuka peluang lebih besar bagi Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2030.
  • Pemerintah Indonesia dan pelatih John Herdman terus berupaya memperkuat kualitas skuad Garuda demi menembus putaran final mendatang.

Suara.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan sinyal mengenai kemungkinan penambahan jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 negara pada edisi mendatang.

Wacana tersebut mencuat seiring kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti oleh 48 tim nasional.

Infantino menegaskan bahwa perluasan format bertujuan memberikan kesempatan lebih besar bagi setiap negara untuk bermimpi tampil di panggung sepak bola paling bergengsi di dunia.

Bagi Timnas Indonesia, wacana tersebut bisa menjadi angin segar karena berpotensi memperbesar peluang lolos ke Piala Dunia 2030.

Jika jumlah peserta benar-benar bertambah menjadi 64 tim, kuota untuk Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) diperkirakan juga akan meningkat dari 8,5 slot yang tersedia pada Piala Dunia 2026.

Berkaca pada Perjalanan Timnas Indonesia

Gianni Infantino dan Erick Thohir (pssi.org)
Gianni Infantino dan Erick Thohir (pssi.org)

Peluang Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 dinilai cukup realistis jika berkaca pada performa skuad Garuda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia berhasil melaju hingga putaran ketiga. Setelah tongkat kepelatihan beralih kepada Patrick Kluivert, langkah Tim Garuda terhenti di putaran keempat.

Keberhasilan menembus fase tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mulai mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Asia.

baca juga

Dengan format 48 peserta saja Indonesia mampu melangkah jauh di babak kualifikasi, apalagi jika jumlah peserta Piala Dunia bertambah menjadi 64 negara.

Misi John Herdman Menuju Piala Dunia 2030

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menetapkan target membawa skuad Garuda tampil di Piala Dunia 2030.

Pelatih asal Inggris itu juga terus memantau potensi pemain diaspora berkualitas yang berkarier di kompetisi elite Eropa guna memperkuat kedalaman skuad.

Herdman meyakini perpaduan pemain lokal dan diaspora dapat membentuk tim yang kompetitif di level internasional.

"Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030," kata Herdman melalui kanal YouTube Antara TV Indonesia.

Selain itu, penerapan metode latihan modern dan analisis data diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan serta mental bertanding para pemain.

Dukungan Pemerintah untuk Timnas

Ambisi membawa Indonesia ke Piala Dunia juga mendapat dukungan dari pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menggelar pertemuan dengan John Herdman bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, di Hambalang.

Pemerintah berkomitmen memperkuat ekosistem sepak bola nasional, mulai dari pembenahan kompetisi domestik hingga peningkatan fasilitas latihan.

"Tadinya kita berharap Timnas kita bisa lolos tahun ini, namun sementara masih belum," kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

"Oleh karena itu, persiapan ke depan harus jauh lebih matang, termasuk menghadapi event-event seperti FIFA Series tahun depan," lanjutnya.

Faktor Finansial Jadi Pertimbangan FIFA

Di sisi lain, wacana penambahan peserta Piala Dunia juga didorong oleh kesuksesan komersial turnamen.

Piala Dunia 2026 diproyeksikan menghasilkan pendapatan hingga sekitar Rp314 triliun bagi FIFA, didukung tingkat keterisian stadion yang hampir mencapai 100 persen.

Infantino menilai semakin banyak negara yang berpartisipasi akan meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memperluas pasar sepak bola dunia.

Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum mengambil keputusan resmi terkait penambahan peserta menjadi 64 tim. Wacana tersebut baru akan dibahas setelah Piala Dunia 2026 berakhir.

Apabila nantinya disetujui, peluang Timnas Indonesia untuk mewujudkan mimpi tampil di putaran final Piala Dunia 2030 tentu akan semakin terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FIFA Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara, Gianni Infantino Ungkap Alasannya

FIFA Buka Peluang Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara, Gianni Infantino Ungkap Alasannya

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 11:57 WIB

Cedera Lagi, Mauro Zijlstra Tinggalkan TC Timnas Indonesia, Dipastikan Absen di Piala AFF 2026

Cedera Lagi, Mauro Zijlstra Tinggalkan TC Timnas Indonesia, Dipastikan Absen di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 11:18 WIB

Kata-kata Bomber Timnas Indonesia Ole Romeny Lanjutkan Karier di Fortuna Sittard

Kata-kata Bomber Timnas Indonesia Ole Romeny Lanjutkan Karier di Fortuna Sittard

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 10:24 WIB

Mitchell Baker dan Luke Vickery Dipastikan Absen di Piala AFF 2026, John Herdman Andalkan Ini

Mitchell Baker dan Luke Vickery Dipastikan Absen di Piala AFF 2026, John Herdman Andalkan Ini

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 10:16 WIB

Dosen Kimia Ivan Barton Jadi Wasit Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol

Dosen Kimia Ivan Barton Jadi Wasit Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol

Bola | Senin, 13 Juli 2026 | 09:05 WIB

Terkini

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Menkeu Baru Tak Boleh Lagi Bikin Kebijakan Liar yang Sukar Diprediksi Pasar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Apakah Mesin Cuci Inverter Tetap Hemat Listrik jika Digunakan Mencuci Baju Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Gandeng Toyota dan Pertamina, RI Bangun Pusat Bioetanol Modern di Lampung: Sorgum Jadi Senjata Baru

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 11:13 WIB

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

BBM Langka di Sejumlah Daerah, IESR Soroti Tata Kelola Energi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:12 WIB

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Ini Arti Kedutan Bibir Atas dan Bawah Menurut Primbon Jawa serta Medis

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:11 WIB

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

Donald Trump: AI Menguasai Dunia dan Memusnahkan Kemanusiaan itu Hoaks!

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:10 WIB

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

×