- Timnas Argentina akan mengenakan jersi tandang biru gelap saat menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
- Pemilihan jersi tersebut didasari keyakinan adanya tuah sejarah saat Argentina mengalahkan Inggris di Piala Dunia sebelumnya.
- Pelatih Inggris Thomas Tuchel menghormati keputusan Argentina tersebut sebagai bagian dari ritual menjaga ketenangan mental pemain.
Suara.com - Timnas Argentina secara mengejutkan memutuskan untuk tidak mengenakan jersi kandang bergaris biru langit-putih saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026.
Lionel Messi dan kolega dipastikan tampil dengan jersi tandang berwarna biru gelap saat menghadapi Inggris di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Keputusan tersebut langsung memicu perbincangan di kalangan pencinta sepak bola. Jersi biru gelap diyakini sebagian publik Argentina memiliki "tuah" setiap kali Albiceleste menghadapi Inggris di ajang Piala Dunia.
Dalam catatan sejarah, Argentina meraih hasil manis saat mengenakan jersi biru gelap ketika menghadapi Inggris di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
![Diego Armando Maradona mengecoh bek Inggris Terry Butcher saat menggiring bola yang kemudian melewati hadangan kiper Peter Shilton ketika menciptakan gol kedua ke gawang Inggris dalam pertandingan Piala Dunia 1986 di Mexico City pada 22 Juni 1986 yang Argentina menang 2-1 dan salah satu gol lainnya dicetak Maradona yang kemudian dikenal dengan gol tangan Tuhan. [Dok.Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/11/17/80995-maradona.jpg)
Momen paling ikonik terjadi pada Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, Diego Maradona mencetak gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini" ketika membawa Argentina menang 2-1 atas Inggris dengan mengenakan jersi biru gelap.
Tuchel Hormati Tradisi Argentina
![Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkap tantangan besar yang akan dihadapi timnya saat melawan Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/02/24141-thomas-tuchel.jpg)
Keberuntungan serupa kembali hadir pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Argentina yang kembali memakai jersi biru gelap sukses menyingkirkan Inggris lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengaku memahami alasan di balik pemilihan seragam yang dilakukan Argentina.
"Saya akan melakukan hal yang sama jika ada takhayul yang dikombinasikan dengannya, jadi apresiasi untuk mereka," ujar Thomas Tuchel kepada wartawan.
Bagi pelatih asal Jerman itu, dunia olahraga level elite memang tidak bisa dipisahkan dari berbagai ritual yang diyakini mampu memberikan ketenangan mental.
Bahkan, Tuchel mengaku dirinya juga memiliki rutinitas khusus sebelum memimpin pertandingan besar.
"Saya memiliki rutinitas takhayul saya sendiri. Saya tidak akan memberi tahu Anda karena takhayul lainnya adalah jika saya memberi tahu Anda, itu tidak akan berhasil," kelakar Tuchel yang disambut tawa para wartawan.
Ia menilai memiliki kebiasaan atau ritual tertentu merupakan hal yang wajar bagi pelatih maupun pemain yang bekerja di bawah tekanan tinggi.
"Kami memiliki rutinitas yang membuat Anda tetap membumi dan tenang sepanjang hari, dan itu tidak akan berubah," tambah mantan pelatih Chelsea tersebut.
Scaloni Tak Terlalu Memikirkan Takhayul
