- Prancis melawan Inggris di Stadion Hard Rock, Miami, untuk memperebutkan tempat ketiga Piala Dunia 2026 yang prestisius.
- Kylian Mbappe berupaya mencetak gol tambahan demi mengungguli Lionel Messi dalam perolehan gelar Sepatu Emas turnamen.
- Pelatih Thomas Tuchel berencana menurunkan Kobbie Mainoo guna meredam kritik atas performa Inggris yang kurang memuaskan.
Suara.com - Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Inggris di Stadion Hard Rock, Miami, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, menjadi laga penting bagi Kylian Mbappe.
Meski kerap dianggap sekadar laga pelengkap, pelatih Prancis Didier Deschamps memiliki misi khusus, yakni membantu Mbappe merebut gelar Sepatu Emas Piala Dunia dari Lionel Messi.
Di sisi lain, pelatih Inggris Thomas Tuchel berada di bawah tekanan besar untuk memainkan gelandang muda Kobbie Mainoo demi meredam kritik terhadap performa The Three Lions.
Mbappe Berburu Sepatu Emas

Prancis diprediksi tampil serius karena masih memiliki kepentingan dalam perebutan penghargaan individu.
Mbappe kini memimpin daftar pencetak gol bersama Lionel Messi dengan koleksi delapan gol sepanjang turnamen.
Peluang Mbappe merebut Sepatu Emas dinilai terbuka karena Messi masih harus menghadapi pertahanan solid Spanyol pada partai final.
Didier Deschamps diperkirakan tetap mengandalkan Mbappe dan Michael Olise di lini depan demi memaksimalkan peluang menambah gol.
Sementara itu, Harry Kane dan Jude Bellingham yang sama-sama mengoleksi enam gol juga masih berpeluang menjadi top skor jika tampil luar biasa saat menghadapi Prancis.
Thomas Tuchel Didesak Mainkan Kobbie Mainoo
Berbeda dengan Prancis, Inggris diperkirakan akan melakukan sejumlah perubahan susunan pemain.
Thomas Tuchel mendapat sorotan setelah Inggris tersingkir secara dramatis dari Argentina di semifinal.
Salah satu kritik terbesar mengarah pada keputusannya yang minim memberikan kesempatan bermain kepada Kobbie Mainoo sepanjang fase gugur.
Kini, Tuchel memberi sinyal akan menurunkan Mainoo sejak menit pertama saat menghadapi Prancis.
Selain Mainoo, Marcus Rashford, Noni Madueke, dan Ivan Toney juga berpeluang mendapat menit bermain lebih banyak.
Statistik Prancis dan Inggris
Harry Kane masih menjadi pemain paling kreatif Inggris dengan torehan 23 peluang yang diciptakan sepanjang turnamen.
Namun, secara kolektif Prancis tampil lebih agresif dengan menciptakan 120 peluang, sedangkan Inggris menghasilkan 99 peluang.
Inggris memang memiliki efektivitas penyelesaian akhir sedikit lebih baik dengan tingkat konversi 14 persen, sementara Prancis mencatatkan 13 persen.
Meski demikian, Les Bleus unggul dalam catatan expected goals (xG), yakni 13,79 dibandingkan 12,7 milik Inggris.
Mental Les Bleus Lebih Stabil
Prancis datang ke laga ini dengan kondisi mental yang dinilai lebih baik setelah menerima kekalahan dari Spanyol di semifinal.
Sebaliknya, Inggris masih dibayangi kekecewaan akibat kalah dramatis dari Argentina setelah sempat unggul.
The Three Lions juga memiliki rekor kurang baik di laga perebutan tempat ketiga setelah kalah pada edisi 1990 dan 2018.
Deschamps sendiri bertekad membawa Prancis finis di tiga besar untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.
Selain perebutan medali perunggu, duel antara Mbappe dan Kane dalam perburuan gelar top skor menjadi salah satu daya tarik utama pertandingan di Miami, demikian Antara.
