- FIGC mendekati Pep Guardiola untuk melatih Timnas Italia setelah Gennaro Gattuso mundur akibat gagal lolos Piala Dunia 2026.
- Paolo Maldini dan Leonardo Araujo terbang ke Barcelona untuk meyakinkan Guardiola yang berniat cuti panjang dari dunia sepak bola.
- Giovanni Malago menyatakan federasi siap membuat pengecualian finansial demi merekrut Guardiola, dengan Mancini dan Pirlo sebagai alternatif.
Suara.com - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mulai melakukan manuver agresif dengan mendekati Pep Guardiola demi membangkitkan kembali Timnas Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Langkah ambisius ini diambil federasi setelah kursi pelatih utama Gli Azzurri kosong menyusul mundurnya Gennaro Gattuso yang gagal memenuhi ekspektasi publik sepak bola Italia.

Kehadiran sosok pelatih sekelas Pep Guardiola dinilai menjadi bagian penting untuk merombak fondasi Gli Azzurri yang tengah mengalami krisis prestasi di panggung internasional.
Presiden FIGC, Giovanni Malago, secara terbuka membenarkan bahwa pihaknya telah memulai kontak awal dengan mantan manajer Manchester City tersebut.
Meski komunikasi telah terjalin, petinggi federasi menegaskan belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak hingga saat ini.
"Bukan berarti pembicaraan dengan Guardiola ini akan membuahkan hasil, tetapi saya percaya langkah yang tepat dan penting adalah membuka dialog serta menjaganya tetap berjalan," ujar Malago dalam podcast Cronache di Spogliatoio seperti dikutip ESPN pada Rabu (22/7).
Paolo Maldini Turun Tangan Rayu Guardiola
Keseriusan FIGC dalam memburu tanda tangan pelatih asal Spanyol tersebut dibuktikan dengan pengerahan sejumlah petinggi teknis untuk bertatap muka langsung.
Laporan berbagai media olahraga lokal menyebutkan bahwa Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, bersama penasihat teknis Leonardo Araujo telah terbang ke Barcelona pada akhir pekan lalu.
Kunjungan tersebut diyakini sebagai upaya persuasif untuk meyakinkan Guardiola agar bersedia mengambil alih tongkat estafet kepelatihan Timnas Italia.
Namun, misi ini tentu tidak akan berjalan mudah mengingat Guardiola sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk mengambil cuti panjang dari dunia sepak bola.
Pelatih berkepala plontos tersebut ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya setelah mengakhiri masa kerjanya di Manchester City pada akhir musim lalu.
FIGC Siap Buat Pengecualian Finansial
Di tengah upaya negosiasi tersebut, sempat beredar rumor bahwa kendala finansial akan menjadi batu sandungan utama bagi FIGC.
Mengingat reputasinya sebagai salah satu pelatih papan atas dunia, gaji Guardiola diprediksi akan menguras kas federasi.
