- Pemerintah Kota Madrid berkonflik dengan klub Rayo Vallecano terkait pengelolaan dan keamanan Stadion Vallecas.
- Mariano de Paco menyatakan Rayo gagal memenuhi kewajiban pengelolaan dan menutupi masalah terkait audit stadion.
- Pemkot Madrid menegaskan Stadion Vallecas adalah aset publik dan audit belum ditutup akibat kelalaian klub menyerahkan dokumen.
Laporan audit kondisi Stadion Vallecas menjadi salah satu sumber utama perselisihan antara kedua pihak.
Rayo sebelumnya menuduh Pemerintah Kota Madrid menyembunyikan laporan audit tersebut selama lebih dari tujuh bulan. Namun, De Paco membantah tudingan itu.
Menurut versinya, proses audit belum dapat ditutup karena masih menunggu sejumlah dokumen dari pihak Rayo Vallecano.
De Paco menjelaskan bahwa pemerintah daerah mengirim permintaan dokumen kepada klub pada Juni.
Rayo disebut tidak memenuhi tenggat waktu pertama, kemudian meminta perpanjangan waktu.
Namun, setelah mendapatkan perpanjangan, dokumen yang diminta juga belum diserahkan hingga batas waktu baru berakhir pada 13 Juli.
Setelah itu, pemerintah daerah memberi tahu auditor mengenai dokumen yang belum diterima.
Laporan kemudian ditutup oleh auditor profesional yang disebut telah memiliki kewenangan serta mendapatkan pengesahan dari organisasi profesinya.
“Rayo tidak memiliki kredibilitas,” kata De Paco.
Akibat dari konflik ini, Rayo disebut tak bisa menggunakan stadion Vallecas sebagai markas mereka di laga kandang.
“Tidak memiliki stadion sendiri seharusnya tidak terjadi pada tim mana pun. Itu merupakan handicap yang sangat besar dan tentu saja merugikan kami,” kata pelatih Benat San Jose.