Ketua Satgas Cacar Monyet Tanggapi Soal Pasien Positif Lakukan Isolasi di Rumah

Suara Cianjur | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 17:59 WIB
Ketua Satgas Cacar Monyet Tanggapi Soal Pasien Positif Lakukan Isolasi di Rumah
Ilustraasi Cacar Monyet, Monkeypox- Pencegahan Cacar Monyet (Pixabay) (Foto Istimewa - Suara.com)

SuaraCianjur.id- Pasien yang terkonfirmasi terkena cacar monyet pertama di Indonesia tidak dilakukan isolasi di rumah sakit. Dia hanya perlu melakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Satgas Cacar Monyet IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Dr. Hanny Nilasari, Sp.KK mengatakan dan meyakini, ada pertimbangan khusus dari Dinkes DKI Jakarta untuk memperbolehkan pasien cacar monyet tersebut melakukan isoman di rumah.

"Perlu ada pertimbangan tertentu oleh dinas kesehatan pasien bisa isoman di rumah. Bisa jadi situasi di rumah memungkinkan pasien terjaga di rumah sendiri, punya kamar sendiri, ventilasi baik, kamar mandi sendiri dan tidak berkontak dengan anggota keluarga yang lain," ujar Dr. Hanny saat konferensi pers IDI, Jumat (26/8/2022) seperti mengutip dari Suara.com

Seperti yang diketahui, cacar monyet adalah sebuah penyakit akibat infeksi virus monkeypox. Penderitanya akan mengalami ruam akut seperti papula (jerawat menonjol), vesikel atau pustula (jerawat berisi nanah) yang tidak bisa dijelaskan di negara non endemis atau negara selain Afrika.

Selain itu isoman di rumah memungkinkan pasien bisa mendapatkan dukungan makanan yang sesuai dan bisa tetap dipastikan.

Apalagi cacar monyet berbeda dari cacar air atau cacar api sebelumnya, dimana jumlahnya di kulit berkisar antara 10 hingga 20 titik. Sehingga hal seperti ini seorang pasien bisa jaga seorang diri atau keluarganya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan ruang isolasi untuk cacar monyet, sangat berbeda dengan Covid-19.

"Rumah sakit harus siapkan ruang isolasi, kalau isoman cacar monyet di rumah mirip dengan Covid-19, yang penting terpisah dari keluarganya tidak kontak, tindakan secara khusus tidak tidak terjadi penularan," beber Syahril saat konferensi pers pengumuman kasus konfirmasi cacar monyet pertama di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tenang dan Jangan Panik

Kasus Pertama Cacar Monyet di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tenang dan Jangan Panik

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:12 WIB

Pasien Positif Cacar Monyet di Indonesia Seorang Laki-laki Warga Jakarta

Pasien Positif Cacar Monyet di Indonesia Seorang Laki-laki Warga Jakarta

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 18:02 WIB

Kemenkes Umumkan Kasus Positif Cacar Monyet di Indonesia

Kemenkes Umumkan Kasus Positif Cacar Monyet di Indonesia

| Sabtu, 20 Agustus 2022 | 17:52 WIB

Terkini

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan

Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Google Maps Rombak Fitur Navigasi Jadi Lebih Detail dengan Menyajikan Tampilan 3D

Google Maps Rombak Fitur Navigasi Jadi Lebih Detail dengan Menyajikan Tampilan 3D

Otomotif | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:45 WIB

Kondisi Mengenaskan, Teka-teki Kematian Alfin yang Hilang 2 Pekan di Bogor

Kondisi Mengenaskan, Teka-teki Kematian Alfin yang Hilang 2 Pekan di Bogor

Bogor | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:44 WIB

BRI Perkuat Program Rumah Rakyat, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun pada 2026

BRI Perkuat Program Rumah Rakyat, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun pada 2026

Kaltim | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:43 WIB

Lolos dari Jerat Majikan dan TPPO! Tangis Haru Pecah Saat Dua PMI Asal Banjar Tiba di Tanah Air

Lolos dari Jerat Majikan dan TPPO! Tangis Haru Pecah Saat Dua PMI Asal Banjar Tiba di Tanah Air

Jabar | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:40 WIB

9 HP Murah Spek Gaming 2026: RAM 8GB, Memori Besar, Anti Ngelag Mulai Rp1 Jutaan

9 HP Murah Spek Gaming 2026: RAM 8GB, Memori Besar, Anti Ngelag Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:40 WIB

122.838 Debitur Nikmati KPR Subsidi BRI, Total Pembiayaan Capai Rp16,79 Triliun

122.838 Debitur Nikmati KPR Subsidi BRI, Total Pembiayaan Capai Rp16,79 Triliun

Sumsel | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:38 WIB

Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM

Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:37 WIB

Arus Puncak Mulai Landai, Kasat Lantas Polres Bogor: Tetap Patuhi Rekayasa Lalin

Arus Puncak Mulai Landai, Kasat Lantas Polres Bogor: Tetap Patuhi Rekayasa Lalin

Bogor | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:37 WIB