SuaraCianjur.id – Setiap mahkluk memiliki cara tersendiri untuk memperbaiki sistem pada tubuhnya, dan tidur adalah salah satu cara yang diberikan Allah SWT sebagai untuk menguatkan sistem dalam tubuh.
Tidur nyatanya bukan hanya sebatas mengistirahatkan fisik saja, akan tetapi tidur memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia.
Setelah melakukan aktivitas sehari-hari dengan bekerja, kita menghabiskan energi dengan kegiatan yang menguras fisik, psikis, dan juga pikiran.
Bahkan tidak jarang seseorang yang karena terlalu sibuk dengan aktivitasnya, mereka lupa untuk menerapkan hidup sehat dalam kesehariannya, seperti berolahraga, atau mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat.
Mengutip dari kanal Youtube Zaidul Akbar pada Jumat (16/12/2022), Dokter sekaligus pendakwah itu menjelaskan bahwa tidur merupakan obat yang ampuh untuk mengobati beragam penyakit.
Tidur tidak ubahnya sebagai proses pengisian energi manusia setelah seharian beraktivitas, sehingga ketika bangun kita dapat dengan segar dan siap untuk kembali melakukan aktivitas.
Tidak hanya itu, dr Zaidul Akbar juga memberikan saran terkait waktu terbaik untuk Anda gunakan untuk tidur, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
![Jurus Sehat Rasulullah: Dokter Zaidul Akbar Jelaskan Tentang Tidur Dapat Sembuhkan Berbagai Penyakit, Simak Penjelasannya [YouTube dr. Zaidul Akbar Official]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/14/1-dr-zaidul-akbar.jpg)
"Harusnya kan menerapkan protokol-protokol tidurnya Nabi. Pelajari kapan tidurnya Nabi," ungkap dr. Zaidul Akbar.
Bukan hanya ayat-ayat didalam Al-quran saja yang dapat dijadikan petunjuk, akan tetapi aktivitas dan sifat-sifat beliau juga merupakan petunjuk yang mesti diikuti.
Salah satunya adalah waktu-waktu yang sering Rasulullah SAW gunakan untuk tidur, dan terbukti baik untuk kesehatan secara medis.
Dokter Zaidul Akbar menegaskan bahwa Nabi melarang umatnya untuk tidur selesai subuh, kecuali memang dalam keadaan sakit.
"Nabi melarang tidur ba'da subuh ya, kecuali ada udzur," ungkap dr. Zaidul Akbar.
Kemudian, dokter sekaligus pendakwah tersebut menjelaskan waktu yang tepat untuk dimanfaatkan untuk tidur.
"Terus Nabi tidurnya kapan? Nanti menjelang zuhur atau sudah zuhur," kata dr. Zaidul Akbar.
"Tidur zuhur, 10 menit 5 menit cukup dan tidur di waktu itu adalah adalah tidur yang paling baik untuk memperbaiki fungsi enzim badan kita," pungkasnya.
Kemudian, Rasulullah SAW juga akan tidur setelah salat Isya dan akan bangun kembali disepertiga malam untuk salat malam.
![Jurus Sehat Rasulullah: Dokter Zaidul Akbar Jelaskan Tentang Tidur Dapat Sembuhkan Berbagai Penyakit, Simak Penjelasannya [pexels]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/07/1-ilustrasi-wanita-sedang-tidur-di-malam-hari-pexelscomcottonbro-studio.jpg)
"Kemudian apa hikmah Nabi itu tidurnya ba'da isya, nanti tengah malam beliau bangun, itu semua ada hubungannya dengan fisiologi," lanjutnya.
Menurut penjelasan beliau, malam adalah waktu yang tepat untuk membersihkan badan dan juga memperbarui energi dalam tubuh.
"Karena malam waktunya untuk bersih-bersih badannya, untuk rehat," ujar dr. Zaidul Akbar.
Saat tidur malam (tidak begadang), tubuh mengalami peningkatan hormon yang akan membantu tubuh kita memperbaiki sistem dalam tubuh.
"Saat itu tubuh kita akan mengalami peningkatan growth hormone. Growth hormone itu adalah hormon yang sifatnya memperbaiki sistem secara umum. Misalnya ada sel kanker yang mau tumbuh, dia akan makan. Hanya pada malam hari," lanjutnya.
Tak hanya itu, pada malam hari suhu tubuh akan turun, sehingga kerja jantung akan lebih ringan.
(*)