Deli-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengajak para alumni ilmu komunikasi berkontribusi untuk pembangunan daerah. Salah satunya dalam mewujudkan persepsi yang sama antara pemerintah dan masyarakat.
"Namun saya di sini meminta kita dapat menyamakan persepsi dahulu agar komunikasi kita dapat tersampaikan dengan baik," ucapnya pada acara Reuni Akbar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan, Sabtu (11/6/2022).
Selain itu Edy juga mengingatkan, alumni ilmu komunikasi dapat menyampaikan pesan pembangunan pada masyarakat sesuai dengan kemampuan masyarakat dalam menyerap informasi tersebut.
"Tidak semua masyarakat ini dapat memahami yang anda sampaikan bila informasi tersebut terlalu ilmiah," katanya.
Dosen ilmu komunikasi STIKP Medan Iskandar Zulkarnaen menyampaikan, memasuki tahun politik di awal tahun mendatang kecenderungan konflik horizontal akan mulai terasa dan puncaknya akan terjadi pada saat pemilu dimulai. Menurutnya, Sumut merupakan tingkat konflik tertinggi di dalam pelaksanaan Pemilu.
"Konflik tidak bisa dihindari, namun tugas kita berdasarkan keilmuan komunikasi itu yakni menata dan meminimalisir konflik itu agar tidak menjadi besar. Untuk itu alumni komunikasi untuk tidak terjerat dan terjebak konflik horizontal dengan mengedepankan kode etik komunikasi, agar dapat membangun komunikasi yang baik pada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Nurhalim Tanjung di kesempatan itu mengingatkan masyarakat pada abad 21 ini segala informasi tidak hanya disampaikan oleh seorang profesi wartawan. Namun masyarakat di era digital dapat menyampaikan informasi secara bebas yang tentunya ada dampak negatif dan juga positif.
"Saya pikir perlu pemahaman etika. Karena seorang wartawan yang memiliki kode etik juga masih terjebak dalam batasan informasi, apalagi netizen jornalism dan ini yang perlu kita berikan pemahaman dengan ilmu komunikasi ini," katanya.