Deli.Suara.com – Salah satu dari lima tersangka kasus pembunuhan Brigadir J yaitu Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR memberikan beberapa kesaksian yang telah ia beberkan kepada kuasa hukumnya.
1. Tidak mengetahui peristiwa pelecehan seksual
Ada beberapa barang keperluan anak Ferdy Sambo atau FS yang kurang saat Bripka RR bepergian bersama KM. Sehingga Bripka RR kembali mengantarkan keperluan anak FS bersama Bharada E ke SMA Taruna Nusantara pada 7 Juli 2022.
Setelah mengantarkan barang keperluan anak FS, Bripka RR hendak menemui pamong lain yang sedang berada di alun-alun Magelang. Untuk itu, Ricky Rizal mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak tahu jika ada peristiwa pelecehan seksual saat di Magelang.
2. Putri Candrawathi menelepon Bharada E
Bharada E yang saat itu sedang menunggu di alun-alun Magelang, ia menerima panggilan telepon dari PC untuk segera pulang. Mendengar perintah itu, Bripka RR dan Bharada E pun langsung menuju ke rumah FS.
Setibanya di rumah, Bripka EE dan Bharada E pun naik ke lantau dua dan melihat ART Susi sedang duduk sambil menangis. Bripka RR langsung menanyakan kepada KM mengenai peristiwa yang telah terjadi.
3. Tentang Kuat Ma’ruf
Kuat Ma’ruf mengaku bahwa dirinya menjumpai Brigadir J sedang berada di tangga dan Brigadir J langsung lari ketika ditegur oleh Kuat Ma’ruf.
Susi kemudian diperintahkan Kuat Ma’ruf untuk memeriksa kondisi PC. Bripka RR, Kuat Ma’ruf dan Susi memberikan keterangan bahwa mereka mendapati PC sudah dalam kondisi tergeletak di kamar mandi di lantai 2.
4. Ancaman Kuat Ma’ruf
Brigadir J hendak kembali naik ke lantai 2 untuk menjelaskan kepada KM, tetapi Brigadir J menangis dan dihalangi oleh KM menggunakan pisau.
5. PC minta bertemu dengan Brigadir J
Setelah peristiwa tersebut, Bripka RR menanyakan kepada PC mengenai peristiwa yang telah terjadi. Namun PC tidak menjawab pertanyaan Bripka RR, melainkan PC justru menanyakan keberadaan Brigadir J. Bripka RR mengaku bahwa PC meminta bertemu dengan Brigadir J.
6. Percakapan Brigadir J dan PC