Pengamat politik Rocky Gerung mengklaim bahwa duet Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bisa memengaruhi posisi Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, Cak Imin saat ini lebih leluasa karena sudah keluar dari ketidakpastian Prabowo Subianto di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
"Ternyata Cak Imin yang lompat-lompat sekarang tuh merasa keluar dari ketidakpastian Gerindra, dia masuk pada kepastian Surya Paloh," kata Rocky.
Bahkan, sikap Cak Imin yang pada akhirnya menerima pinangan dari Surya Paloh sebagai cawapres Anies Baswedan itu bisa berpotensi menambah kekuatan.
"Kalau misalnya Anies makin kuat dan tidak mungkin lagi Cak Imin dikendalikan oleh Istana itu berbahaya tuh," lanjutnya.
Rocky Gerung membongkar bahwa Cak Imin bisa membahayakan posisi Presiden Joko Widodo. Pasalnya, Cak Imin kini memosisikan dirinya sebagai oposisi karena kekuatan bersama Anies makin kokoh.
"Kan Cak Imin bisa tiba-tiba berbalik arah menjadi oposan Jokowi kan. Itu mungkin aja karena karakter Cak Imin itu gembira aja berpolitik itu," ujar Rocky.
Sebelumnya, Anies dan Cak Imin mendeklarasikan diri sebagai bakal capres dan bakal cawapres dalam pemilihan umum (pemilu) 2024 pada Sabtu (2/9/2023).
Agenda ini tertuang dalam surat undangan yang diterbitkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Timur yang ditandatangani Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar pada 1 September 2023.
Surat tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Syaiful Huda.