BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 03 Juni 2026 | 12:41 WIB
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • BPPTKG mengerahkan alat berat di Padukuhan Mriyan, Sleman, untuk mengeruk area rawa yang diduga menyimpan gas metana.
  • Pengerukan dilakukan pada Rabu (3/6/2026) guna menghilangkan akumulasi gas yang diindikasi menjadi penyebab rangkaian kebakaran misterius.
  • Tim akan melakukan pengujian laboratorium lanjutan untuk memastikan apakah area tersebut merupakan sumber utama pelepasan gas.

Suara.com - Upaya mengungkap penyebab kebakaran misterius yang berulang di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, memasuki tahap baru. 

Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merekomendasikan pengerahan alat berat untuk membuka area yang diduga menjadi lokasi penyimpanan gas metana di area rawa.

Penyelidik Bumi Muda BPPTKG, Aris Dwi Nugroho, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah tim menemukan indikasi keberadaan gas metana dalam kadar rendah di salah satu titik yang sebelumnya diprediksi menjadi sumber gas. 

Meski belum dapat dipastikan sebagai sumber utama, lokasi tersebut kini menjadi fokus penanganan.

Sebelumnya peneliti dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta sempat menelusuri aliran sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah warga tersebut.

Di lokasi itu, tim menemukan singkapan batuan berwarna gelap yang diduga menjadi tempat penyimpanan gas.

"Setelah kejadian Senin siang, saya memang merekomendasikan ini (area diduga sumber gas) hilang. Harapannya kalau ini hilang, kita udah enggak ada (kebakaran) di sana," kata Aris ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2026).

Menurut Aris, tujuan utama pengerukan bukan sekadar membersihkan lahan. Melainkan menghilangkan area yang diduga menjadi tempat akumulasi gas. 

Harapannya, apabila sumber gas benar berada di lokasi tersebut, pelepasan gas ke lingkungan sekitar dapat berkurang atau bahkan berhenti.

baca juga

"Menghilangkan source-nya metan yang diduga di sini. Tapi masih dugaan," ujarnya.

Aris menjelaskan indikasi gas ditemukan di area dekat rumpun bambu yang sebelumnya juga menjadi lokasi munculnya gelembung-gelembung gas dari bawah permukaan. Temuan itu menguatkan prediksi awal yang disampaikan tim peneliti dari UPN "Veteran" Yogyakarta mengenai kemungkinan adanya gas rawa atau gas metana di kawasan tersebut.

"Teman-teman UPN itu sudah memprediksi kemarin di sini ada gelembung-gelembung dari bawah. Memang itu adalah salah satu tanda gas rawa, gas metan yang ada di sini," ujarnya.

Meski demikian, hasil pengukuran menunjukkan kandungan gas yang terdeteksi tergolong rendah. Tim BPPTKG hanya menemukan sekitar 4 persen Lower Explosive Limit (LEL), angka yang dinilai belum cukup untuk menjelaskan seluruh fenomena kebakaran yang terjadi di rumah warga.

Ia bilang pengerukan dilakukan sebagai bagian dari upaya investigasi sekaligus mitigasi. Dengan membuka lapisan tanah yang dicurigai menyimpan gas, tim berharap dapat mengetahui apakah benar terdapat kantong gas di bawah permukaan yang selama ini menjadi sumber pelepasan gas ke lingkungan sekitar.

"Kalau misalkan prediksi bahwa terduganya itu di sini, dengan kita bongkar ini harapannya tidak ada lagi timbunan gas," ungkapnya.

Selain melakukan pengerukan, BPPTKG akan kembali mengambil sampel udara dan melakukan pengukuran lanjutan di lokasi. Hasil pengujian laboratorium nantinya akan digunakan untuk memastikan apakah area yang dibuka tersebut benar-benar memiliki hubungan dengan rangkaian kebakaran misterius yang telah berlangsung selama hampir dua pekan ini.

Foto: Ekskavator yang dikerahkan untuk membuka area terduga sumber gas penyebab kebakaran misterius di Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari

Kebakaran Misterius Sleman Meluas ke Luar Rumah, Teror Sudah 81 Kali Dalam 11 Hari

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:23 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×