SUARA DENPASAR – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mengungkap soal motif pembunuhan Brigadir Joshua atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang diduga dilakukan Ferdy Sambo dkk. Dia menyebut, motif pembunuhan Brigadir Joshua antara pelecehan seksual dan perselingkuhan.
“Isunya antara pelecehan atau perselingkuhan. Sedang kami dalami. Tidak ada isu di luar itu,” kata Jenderal Listyo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, Rabu (24/8/2022) yang juga disiarkan melalui Youtube DPR RI.
Jenderal Listyo sebelumnya ketika menjawab kronologi yang disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding memang sudah mengatakan bahwa motif sudah sempat didapat dari keterangan Ferdy Sambo.
Akan tetapi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan masih perlu pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi. Setelah dijadikan sebagai tersangka pada 19 Agustus 2022 lalu, Putri memang belum bisa diperiksa karena mengirimkan surat keterang sakit dari dokter.
“Memang ada satu pemeriksaan yang kita tunggu terkait motif, khususnya pemeriksaan terhadap ibu PC (Putri Candrawathi) besok. Sehingga saat ini kami sampaikan bahwa motif ini dipicu adanya laporan ibu PC terkait dengan masalah kesusilaan. Ini (pemeriksaan Putri) juga untuk menjawab (soal motif),” kata dia.
Kapolri Jenderal Listyo pun kembali menegaskan, mengenai motif tentunya akan bisa dipastikan besok setelah pemeriksaan terakhir. Katanya, dari pemeriksaan Putri ini akan bisa mendapatkan gambaran lebih jelas bahwa saudara Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya pada saat saudari Putri Sambo melaporkan terkait dengan adanya peristiwa yang terkait dengan masalah kesusilaan yang terjadi di Magelang.
“Mungkin itu sementara yang bisa saya jelaskan,” terang dia.
Dalam RDP sebelumnya salah satu anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding membeberkan kronologi dan motif pembunuhan Brigadir Joshua. Dia meminta kronologi dan moif yang dia sampaikan ini apakah benar atau tidak.
Dia menanyakan peristiwa di Magelang yang menyebut Putri sempat dibopong Brigadir Joshua saat tidur di sofa ruang tamu pada 4 Juli 2022. Namun ketahuan Kuat Maruf dan dibentak. Saat itu Ferdy Sambo belum datang. Ferdy Sambo baru datang 6 Juli 2022.
Kemudian 7 Juli 2022, Kuat melihat Brigadir Joshua dari kamar Putri di lantai 2 petang hari. Terdengar suara Putri menangis, baju acak-acakan, dan akhirnya disarankan Kuat agar melapor ke Ferdy Sambo. Putri Candrawathi pun melapor ke Ferdy Sambo malam hari. Dia mengadu ke Ferdy Sambo sambil menangis.
Rombongan kemudian kembali ke Jakarta 8 Juli 2022 pagi. Sampai di sore hari. Kemudian Putri menceritakan lebih detail kepada Ferdy Sambo di rumahnya di Jalan Saguling III. Setelah itu mereka ke rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga. Sore itu terjadi penembakan terhadap Ferdy Sambo hingga tewas.
“Tolong disampaikan apakah benar informasi itu, tentang motif ini,” kata Sudding kepada Kapolri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menjawab beberapa hal yang disampaikan Sarifuddin Sudding.
“Dari yang disampaikan beliau memang ada banyak hal yang sesuai, Pak,” kata Listyo. (*)