Bela Putri Candrawathi Tak Ditahan, Komnas Perempuan Jadi Bulan-bulanan Netizen

Suara Denpasar

Senin, 05 September 2022 | 18:49 WIB
Bela Putri Candrawathi Tak Ditahan, Komnas Perempuan Jadi Bulan-bulanan Netizen
Foto Kolase, Kantor Komnas Perempuan di Jalan Latuharhary 4B, Jakarta (Twitter @KomnasPerempuan). Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam rekonstruksi. (Twitter @KomnasPerempuan/Suara.com)

SUARA DENPASAR – Pembelaan Komnas Perempuan terkait tidak ditahannya tersangka pembunuhan Brigadir Joshua, Putri Candrawathi membuat lembaga ini menjadi bulan-bulanan netizen. Akun Twitter Komnas Perempuan pun banjir komentar yang menyerang lembaga yang saat ini diketuai Andy Yentriyani.

Beberapa kali cuitan Twiiter Komnas Perempuna @KomnasPerempuan terkait program-program lembaga ini mendapat komentar serangan terkait sikap Komnas Perempuan yang membela tidak ditahannya Putri Candrawathi meski sebagai tersangka perkara pembunuhan berencana terhadap Brihadir Joshua.

Dalam bincang di Youtube Kompas TV, Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi menyatakan, Putri Candrawathi mendapatkan penangguhan penahanan karena memiliki hak sebagai seorang perempuan yang sedang menjalani fungsi maternitas.

"Berdasarkan instrumen Hak Asasi Perempuan, yaitu perempuan yang sedang menjalani fungsi maternitasnya seperti hamil, menyusui, dan mengasuh anak itu tidak ditahan dan selama sebelum persidangan," kata Siti dikutip Suara.com dari YouTube KOMPAS TV pada Sabtu (3/9/22).

Siti juga mengatakan, tidak ditahannya Putri Candrawathi bukanlah hal yang spesial. Menurut dia, sudah sepantasnya, semua perempuan yang sedang menjalani fungsi maternitas memiliki hak yang sama di depan hukum.

"Dan itu berlaku tidak hanya untuk ibu P, tapi untuk semua tahanan atau tersangka terdakwa perempuan," kata dia.

Disinggung masih adanya perbedaan perlakuan hukum terhadap sejumlah perempuan yang ditahan meski sedang menjalani fungsi maternitas, dia justru bertanya balik mengapa kepolisian bersikap berbeda.

"Nah menjadi pertanyaannya mengapa itu berlaku berbeda antara yang satu dengan yang lain," tanya Siti.

Dia menjelaskan, perbedaan penahanan pada perempuan lain yang sedang menjalani fungsi maternitas lantaran instrumen hukum acara pidana yang belum mengatur seperti itu.

baca juga

“Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak ada pemantauan atau tidak ada mekanisme yang memantau kewenangan dari penyidik, penuntut umum, maupun hakim terhadap penahanan," jelasnya.

Sikap Komnas HAM yang membela tidak ditahannya Putri Candrawathi selaku tersangka pembunuhan Brigadir Joshua menjadikan netizen marah. Komnas Perempuan pun menjadi trending di Twitter.

Seperti Senin pagi (5/9/2022) ketika mencuit tautan Zoom berupa kegiatan peluncuran Laporan Sinergi Database Kekerasan terhadap Perempuan Tiga Lembaga KemenPPPA, Komnas Perempuan dan Forum Pengada Layanan, justru banjir kecaman seputar Putri Candrawathi.

Berikut beberapa kekesalan warganet soal sikap Komnas Perempuan atas tidak ditahannya istri Ferdy Sambo:

“Percuma bubar aja,” kata @akbarsyari****

“Lembaga samp**,” kata @wildyng****

“Malu kalian sama ibunya brigadir J, tersangka kok dibela,” lanjut @souless****

“11-12 sama komnas ham. Gak guna!” timpal @TheRe***

“Ya anggap ja komnasham bapaknya, komnas perempuan ibunya, kak seto anaknya wkwkwk. jadi deh keluarga sesat,” tulis @Dongolah*****

“Daripada buka suara mending buka puasa aja bapak ibuk yang terhormat yang katanya menjunjung tinggi hak asasi manusia,” kata @iyaind****

“Ilangin aja nih akun ga guna,” kata @himawan*****.

Hampir semua cuitan-cuitan Komnas Perempuan mendapat replay yang buruk. Termasuk ketika Twitter Komnas Peremepuan memberikan tautan siaran pers gerak bersama dalam data tentang Laporan Sinergi Database Kekerasan Terhadap Perempuan.

“LEMBAGA SAMP** TEBANG PILIH LU BAB*,” kata @Pahlawanbacod. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Keraguan LPSK soal Dugaan Pelecehan Brigadir Joshua kepada Putri Candrawathi di Magelang

4 Keraguan LPSK soal Dugaan Pelecehan Brigadir Joshua kepada Putri Candrawathi di Magelang

Denpasar | Senin, 05 September 2022 | 11:35 WIB

Sosok Ini Ungkap Kejanggalan Pengakuan Putri Sambo: Kalau Diperkosa (Brigadir J), Kok Nggak Teriak?

Sosok Ini Ungkap Kejanggalan Pengakuan Putri Sambo: Kalau Diperkosa (Brigadir J), Kok Nggak Teriak?

Denpasar | Senin, 05 September 2022 | 10:34 WIB

Kak Seto, Kata Joshua: Ini Ada Tahanan Melahirkan di Penjara, Sejam Kemudian Sang Bayi Harus Pisah dari Ibunya

Kak Seto, Kata Joshua: Ini Ada Tahanan Melahirkan di Penjara, Sejam Kemudian Sang Bayi Harus Pisah dari Ibunya

Denpasar | Senin, 05 September 2022 | 09:55 WIB

Wow! LPSK Mengaku Dapat Bocoran dari Bharada E soal Motif Pembunuhan Brigadir Joshua

Wow! LPSK Mengaku Dapat Bocoran dari Bharada E soal Motif Pembunuhan Brigadir Joshua

Denpasar | Minggu, 04 September 2022 | 22:24 WIB

LPSK Beberkan Kejanggalan Temuan Komnas HAM Putri Candrawathi Diperkosa Brigadir Joshua, Simak!

LPSK Beberkan Kejanggalan Temuan Komnas HAM Putri Candrawathi Diperkosa Brigadir Joshua, Simak!

Denpasar | Minggu, 04 September 2022 | 21:33 WIB

Terkini

Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi

Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 01:30 WIB

Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia

Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:54 WIB

FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier

FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:46 WIB

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:39 WIB

Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci

Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:31 WIB

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:04 WIB

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:46 WIB

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB

Dulu Bela Timnas dan Sriwijaya FC, Kini M Nasuha Ditargetkan Bawa Sumsel United ke Liga 1

Dulu Bela Timnas dan Sriwijaya FC, Kini M Nasuha Ditargetkan Bawa Sumsel United ke Liga 1

Sumsel | Kamis, 09 Juli 2026 | 23:36 WIB

×