Pernyataan Polda Bali soal Kasus RSUD Wangaya dan RS Manuaba Diduga Tolak Pasien hingga Meninggal

Suara Denpasar

Kamis, 06 Oktober 2022 | 18:26 WIB
Pernyataan Polda Bali soal Kasus RSUD Wangaya dan RS Manuaba Diduga Tolak Pasien hingga Meninggal
Kabid Humas Polda Bali Stefanus Satake Bayu Setiono (foto kiri). Pelaporan ke Polda Bali terkait kasus tolak pasien hingga meninggal dunia. (Antara/ IST)

Suara Denpasar - Polda Bali mengungkap status hukum kasus RSUD Wangaya dan RS Manuaba yang diduga tolak pasien hingga meninggal dunia. Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setiono, Kamis (6/10/2022).

Satake Bayu mengatakan, setelah SPKT Polda Bali menerima laporan dari Kadek Suastama Mayong (46) pada Selasa (4/10/2022), saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh penyidik di Ditreskrimsus Polda Bali. Sebab, perkara ini terkait dugaan tindak pidana khusus dalam bidang kesehatan, yakni UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan..
 
"Dari penyidik, masih dalam proses, ya," kata Satake Bayu dilansir dari Antara.

Ditanya apakah sudah melakukan pemanggilan terhadap para terlapor, dalam hal ini RSUD Wangaya maupun RS Manuaba, Satake Bayu menyatakan sampai saat ini belum sampai sana.

"Belum ada sampai kepada pemanggilan. Intinya laporan tersebut dalam proses penyelidikan," jelasnya.

Satake Bayu pun menuturkan, pelapor Kadek Suastama Mayong adalah warga Banjar Dinas Bhuanasari, Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Dia adalah suami dari pasien bernama Nengah Sariani (44) yang meninggal dunia diduga setelah ditolak RSUD Wangaya dan RS Manuaba.

Laporan ini berkaitan dengan tindakan penolakan pasien oleh RSUD Wangaya dan RS Manuaba yang mengakibatkan hilangnya nyawa sebagaimana diatur dalam Pasal 190 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
 
Satake Bayu menerangkan, kasus ini berawal saat Nengah Sariani mengalami gejala batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Setelah itu, anaknya mengantarkan ke RSUD Wangaya menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di RSUD Wangaya ternyata pihak dokter di IGD menolaknya dengan alasan penuh. Juga tidak ada pertolongan pertama sama sekali bagi pasien. Pihak RSUD Wangaya menyarankan agar pasien dibawa ke RS Manuaba yang jaraknya paling dekat, yakni sekitar 900 meter.

Anak pasien sempat meminta agar RSUD Wangaya meminjamkan ambulans karena kondisi Sariani yang lemas. Namun, pihak RSUD Wangaya tidak memberikan pinjaman mobil ambulans dengan alasan tidak jelas.

Tak ada pilihan lagi, sang anak kembali membonceng ibunya menuju RS Manuaba menggunakan sepeda motor. Ketika sampai di RS Manuaba, Sariani dicek dokter pria yang mengecek denyut nadi pada pergelangan tangan. Saat itu Sariani masih di atas motor karena kondisinya lemas.

Setelah pengecekan denyut nadi pasien, dokter itu memberi saran agar pasien dibawa ke RSUP Prof Ngoerah (RSUP Sanglah). Anak pasien ini juga meminta tolong agar dipinjamkan ambulans, namun tidak diberikan pihak RS Manuaba.

Terpaksa, anak pasien atau pelapor pun kembali membawa ibunya ke RSUP Prof Ngoerah menggunakan sepeda motor yang jaraknya sekitar 5 kilometer atau ditempuh selama 15 menit.

Satake Bayu melanjutkan, ketika pasien sampai di RSUP Sanglah, petugas medis mengambilkan bed atau tempat tidur, kemudian membawa pasien ke UGD. Sayang, saat dicek, pasien sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kecewa dengan pelayanan dua RS di Denpasar tersebut, suami korban atau pasien pun melaporkan masalah ini ke Polda Bali.

Dirut RSUD Wangaya Denpasar, dr Anak Agung Made Widiasa melalui keterangan pers menyatakan  pihaknya tidak menolak pasien seperti yang dilaporkan oleh pelapor di Polda Bali. Dia berkelit, pada saat peristiwa berlangsung yakni pada Sabtu (24/9), kapasitas IGD RSUD Wangaya dalam keadaan penuh terisi pasien. Soal ambulans, dia berdalih SOP merujuk pasien menggunakan ambulans harus didampingi dokter dokter dan perawat. Dia berdalih, para dokter dan perawat sedang melakukan penanganan pasien.

Sedangkan pihak RS Manuaba belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan ke Polda Bali terkait penolakan RS terhadap pasien yang mengakibatkan meninggal dunia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tolak Pasien hingga Meninggal, RSUD Wangaya dan RS Manuaba Dilaporkan ke Polda Bali

Tolak Pasien hingga Meninggal, RSUD Wangaya dan RS Manuaba Dilaporkan ke Polda Bali

Denpasar | Kamis, 06 Oktober 2022 | 16:23 WIB

Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Dirut PT. Tebing Emas Penuhi Panggilan Polda Bali

Kasus Reklamasi Pantai Melasti, Dirut PT. Tebing Emas Penuhi Panggilan Polda Bali

Denpasar | Selasa, 04 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Nikita Mirzani sampai Gak Makan karena Anak Meninggal di Tragedi Kanjuruhan Malang

Nikita Mirzani sampai Gak Makan karena Anak Meninggal di Tragedi Kanjuruhan Malang

Denpasar | Senin, 03 Oktober 2022 | 13:10 WIB

Terkini

Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026

Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:53 WIB

Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia

Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:47 WIB

Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?

Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:37 WIB

Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang

Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 01:28 WIB

Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026

Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:32 WIB

Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos

Sindiran Menohok Infantino: Piala Dunia Tambah Peserta, Italia Belum Tentu Lolos

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:26 WIB

Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:21 WIB

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:14 WIB

Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:07 WIB

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI

Sumsel | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:34 WIB