Suara Denpasar – Kang Dedi Mulyadi emosi ketika mengetahui ada tiga bersaudara atau kakak-beradik tidak sekolah. Tiga kakak-beradik ini adalah anak seorang pemulung yang menjadi single parent karena ditinggal istri. Yang bikin dia lebih emosi, itu terjadi di Purwakarta, kabupaten yang dipimpin istrinya, Anne Ratna Mustika.
Seperti pada unggahan terbaru Dedi Mulyadi melalui kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel Senin malam (31/10/2022).Dalam tayanyan tersebut, terlihat Kang Dedi dengan pakaian serba putih dari iket kepala, jaket, celana dan sepatu.
Seketika dia turun dari mobilnya bernopol T 990 DM. Dia memanggil seorang lelaki yang sedang menarik gerobak dengan anaknya.
“Anaknya sekolah nggak?” tanya Kang Dedi.
“Nggak, Pak,” jawab sang ayah.
“Kenapa nggak sekolah,” terangnya.
Selanjutnya Kang Dedi mengajak bapak dan anaknya itu duduk di sebuah coffee shop. Ia memesan es. Di tengah ini, banyak warga yang mengerubungi Kang Dedi Mulyadi. Mereka begitu senang bisa berjumpa Kang Dedi.
Sambil menunggu pesanan, Kang Dedi pun menggali informasi mengapa anak masih kecil tidak sekolah, justu ikut ayahnya memulung barang bekas. Dari perbincangan itu, diketahui bahwa lelaku yang dipanggil Mang Agus ini sudah cerai dengan istrinya. Dia harus mengasuh tiga anaknya.
Lebih lanjut diketahui, anaknya yang paling besar sudah berusia 16. Anak keduanya 13 tahun. Dan anak yang ikut memulung berusia jalan 7 tahun.
“Harusnya sudah SD,” kata Kang Dedi.
“Kalau sekolah capek,” jawab sang ayah memberi alasan anaknya tidak mau sekolah.
“O, nggak, harus sekolah. Nggak bisa. Harusnya sekolah SD,” tegas mantan bupati Purwakarta dua periode ini.
Menurut Kang Dedi tidak masalah bila anaknya mengikuti jejak sang ayah di bidang rongsok. Itu juga pekerjaan baik. Namun, harus memiliki cita-cita yang lebih tinggi dari ayahnya, misalnya jadi bos rongsok.
“Tapi harus sekolah. Gimana bisa mengatur orang mau jual-beli (rongsok) kalau tidak bis abaca tulis?” kata anggota DPR RI kelahiran Subang ini.
Akhirnya, Kang Dedi mengetahui bahwa anak pertama yang berusia 16 tahun juga tidak sekolah. Hanya sekolah sampai kelas 3 SD. Tinggal di rumah kontrakan, tidak kerja pula. Kang Dedi pun bingung yang besar tidak ikut kerja, justru yang paling kecil ikut kerja memulung.