Suara Denpasar - Siapa yang tak kenal dengan Dedi Mulyadi? Di berbagai tayangan media ia selalu tampil ramah dan penuh kasih sayang.
Ia juga adalah sosok pemimpin yang dikenal tegas dan cepat tanggap terhadap berbagai masalah yang timbul di masyarakatnya.
Namun, baru-baru ini Dedi Mulyadi kedapatan sedang ngamuk ketika mendatangi suatu tempat. Ia mengomel sepanjang jalan lantaran sedang mangkel dengan seseorang.
Ia diketahui sedang mendatangi kawasan Plered karena ada laporan rumah warga yang roboh.
Sembari mencari keberadaan rumah warga tersebut, Dedi Mulyadi tampak misuh-misuh dalam bahasa Sunda, dan beberapa kali menyebut nama kepala desa.
Ternyata, kepala desa tempat Kang Dedi hadir sangat susah dihubungi. Padahal pihaknya-lah yang meminta bantuan kepada Kang Dedi Mulyadi terkait rumah warganya yang roboh.
"Nah ini bentuk autokritik saya bahwa kepekaan pemimpin itu harus senantiasa siaga, HP itu harus hidup, karena kan ada warga yang sedang emergency, setingkat saya saja susah amat menghubungi, apalagi warga,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari YouTube KDM Channel.
Dedi Mulyadi terpaksa mencari rumah yang roboh itu dengan bertanya kepada warga sekitar. Di bawah rintik hujan, Dedi Mulyadi tampa tak segan memasuki lorong-lorong sempit untuk menemukan rumah tersebut.
Dengan sedikit bantuan warga, akhirnya Dedi Mulyadi bisa menemukan rumah warga yang roboh separuh bagiannya.
Baca Juga: Adzam Lengket ke Pacar Baru Nathalie Holscher, Sule: Yang Penting Dia Tau Ayahnya Siapa..
Setelah beberapa saat bercengkrama dengan penghuninya, tak diduga kepala desa ya MB g sedari tadi dihubungi oleh Dedi Mulyadi tiba-tiba muncul.
"Oh ini yang ga angkat-angkat sampai nyusahin saya, ditelfon ga diangkat-angkat,” teriak Dedi Mulyadi.
Kepala desa yang dimarahi hanya tersenyum kecut dan beralasan dirinya sedang sholat Dhuha saat dihubungi Dedi Mulyadi.
"Masa sholat Dhuha lama banget, dhuha mah sepuluh menit, ini mah ditelfon sejam ga diangkat-angkat,” tambah Dedi Mulyadi.
Namun meski dimarahi, sang kepala desa tampak menyanggupi instruksi yang diberikan Dedi Mulyadi.
"Jang, ini catet kebutuhan warga apa saja nanti WA saja,” jelas Dedi Mulyadi.