Suara Denpasar – PSM Makassar secara resmi mengumumkan sudah tidak memiliki hubungan kerjasama lagi dengan Wiljan Pluim.
Seperti diketahui, pemain berdarah Belanda, Wiljan Pluim, saat ini tengah menjadi perhatian publik lapangan hijau Tanah Air usai dirumorkan akan segera hengkang dari PSM Makassar.
Wiljan Pluim sendiri telah membela PSM Makassar sejak tahun 2016 dan terhitung telah berseragam Juku Eja selama 7 tahun lebih.
Sebelum kabar pemutusan kontraknya, Wiljan Pluim sempat tak terlihat dalam 7 pertandingan terakhir PSM Makassar.
Absennya Pluim disebut-sebut karena faktor usia sang pemain yang tak muda lagi sehingga pihak manajemen mengambil opsi untuk menggantikan posisinya oleh pemain yang lebih prima.
Setelah munculnya berbagai rumor terkait Pluim, akhirnya PSM Makassar mengonfirmasi telah memutuskan hubungan kerja samanya dengan sang pemain sejak Senin, 9 Oktober 2023.
Dilansir Suara Denpasar di laman resmi psmmakassar.co.id, skuad berjuluk Juku Eja ini menyampaikan pesan perpisahan dengan Wiljan Pluim.
“Setelah melalui proses diskusi panjang, PSM Makassar dan Pluim akhirnya bersepakat untuk mengakhiri kerjasama setelah lebih dari 7 tahun kebersamaan. Kedua pihak menyadari betul bahwa walau berat, pada akhirnya perpisahan adalah sesuatu yang tak bisa terhindarkan,” tulis PSM.
PSM juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi, kesetiaan, dan kebersamaan Pluim yang telah membela tim Ayam Jantan Dari Timur sejak 2016 silam.
“Momen suka dan duka sang kapten bersama PSM Makassar akan selalu tekenang dan tak tergantikan. Terimakasih Wiljan ‘Tetta’ Pluim!” tambah PSM.
Di samping keputusan itu, mulai muncul berbagai rumor yang disebut-sebut menjadi alasan Wiljan Pluim tak diperpanjang PSM Makassar, padahal ia masih memiliki kontrak satu tahun lagi.
Rumor Alasan Wiljan Pluim Hengkang dari PSM Makassar
Sebelumnya, terdapat sejumlah rumor yang disebut-sebut menjadi alasan Wiljan Pluim hengkang dari PSM Makassar.
Seperti diketahui, pihak manajemen PSM menyebut pemutusan kontrak itu didasari karena performa Pluim yang dinilai sudah menurun.
Akan tetapi, berbarengan dengan kepergiannya, muncul isu bahwa Wiljan Pluim-lah yang memilih untuk meninggalkan Juku Eja.