Suara Denpasar- Masyarakat Bali tengah dihebohkan dengan adanya sebuah grup di aplikasi Telegram dengan nama Beverly Babes.
Grup Telegram Beverly Babes tersebut diduga dibuat oleh seorang warga negara asing (WNA) untuk melancarkan bisnis prostitusinya.
Grup Telegram Beverly Babes yang dikelola oleh akun @bh_hanna itu diketahui menawarkan PSK dengan layanan dan tarif yang beragam.
Grup itu diketahui banyak dihuni oleh sejumlah WNA dari berbagai negara. Lokasi para PSK itu pun tertulis berada di wilayah Bali seperti Seminyak, Uluwatu, Canggu dan Nusa Dua.
Dilansir dari antaranews, menyikapi hal tersebut, Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali) menjelaskan Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali sedang mendalami dan menyelidiki admin dari grup bisnis prostitusi online yang dilakukan oleh WNA tersebut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Jansen Avitus Panjaitan mengatakan Unit Siber Polda Bali juga bersinergi dengan Imigrasi dan Kominfo sebagai Satgas dan pemangku kepentingan terkait lainnya yang menangani WNA di Bali.
Ia mengatakan jika hal tersebut benar terjadi di Pulau Dewata ini, maka pihaknya akan memproses hukum WNA yang terlibat di dalam bisnis prostitusi itu karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Jansen Avitus Panjaitan juga menegaskan pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui kebenarannya, apakah benar terjadi di wilayah Bali atau tempat lain.
Diketahui, tarif yang dipatok untuk layanan para PSK itu sangat beragam, mulai dari 350 dolar Amerika hingga yang paling mahal menyentuh angka 2.000 dolar Amerika.
Lama waktu pelayanan juga beragam, ada yang hanya dihitung per jam hingga overnight berdurasi panjang.
Dalam grup itu juga diketahui layanan yang disediakan terdiri dari berbagai jenis, mulai dari layanan incall untuk tempat yang disediakan hingga PSK yang diinginkan mendatangi tempat yang sudah diinginkan pemesan.
Menurut isi dari bio grup tersebut tertulis VIP Escort, pay by Crypto.
Dalam penelusuran ANTARA, grup yang beranggotakan 2.000 lebih itu dibuat pada 6 Juni 2023. (Rizal/*)