Bubur di Aduk vs Tidak di Aduk, Peneliti Buktikan Perbedaan Kecerdasannya

Suara Depok

Rabu, 21 September 2022 | 11:05 WIB
Bubur di Aduk vs Tidak di Aduk, Peneliti Buktikan Perbedaan Kecerdasannya
Comfort Food - Bubur Ayam. (Grab Food)

Bubu telah menjadi sarapan yang digemari oleh banyak orang. Sehingga, cara santap bubur dengan diaduk maupun tidak diaduk kerap menimbulkan perdebatan.

Sebagian orang memilih bubur diaduk agar bumbu lebih merata. Kendati demikian, beberapa orang lebih menyukai bubur tidak diaduk karena lebih menggugah selera.

Belakangan, media sosial kembali diramaikan dengan perseteruan antara tim bubur diaduk dan tim bubur tidak diaduk. Namun, perseteruan tersebut muncul usai akun TikTok @banggaswan mengunggah video berisi jurnal terkait bubur diaduk dan bubur tidak diaduk.

Melalui akunnya, pengunggah membagikan temuan jurnal yang meneliti perbedaan kecerdasan emosional antara dua tipe cara mengonsumsi bubur tersebut.

"Aku Iseng Baca Jurnal tentang 'Bubur Diaduk dan Tak Diaduk'," terang pengunggah dalam videonya.

Penelitian tersebut, kata pengunggah, berjudul "Hubungan Tipe Makan Bubur (Diaduk dan Tidak Diaduk) Terhadap Tingkat Emosional Anggota OSIS SMAI ALAZHAR 8 Summarecon Bekasi. Adapun, penelitian ini terbit dalam Indonesian Fun Science Journal pada 3 November 2021.

Menanggapi video pengunggah, warganet pun kembali menyerukan tipe makan bubur masing-masing.

"gak diaduk. jangankan bubur. nasi aja sama sayur juga ndak diaduk. sampai teman bilang, saya klo makan tu rapi," ujar salah satu warganet.

"Diaduk. kalo ga diaduk, merica ama micinnya suka ga nyampur," kata warganet lain.

baca juga

"Tim ga diaduk, bahkan gue makan mie ayam aja gue makan ayamnya dulu karna kalo diaduk warnanya jadi jelek," tulis warganet lain.

"Kalo makan bubur diaduk gaenak diliat, jadi suka yang ga diaduk dan bisa nikmatin tiap toppingnya," ucap warganet.

Bubur diaduk vs tidak diaduk

Penelitian pada 2021 silam ini berangkat dari cara masyarakat Indonesia memakan bubur ayam yang terbagi menjadi dua kubu, yaitu bubur diaduk dan tidak diaduk. Para peneliti melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui hubungan cara mengonsumsi bubur ayam dengan tingkat emosional seseorang.

Disebutkan, penelitian merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang berlangsung selama Januari sampai Februari 2021 di SMA Islam Al Azhar 8 Kota Bekasi. Mereka menyasar 60 pengurus OSIS dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode survei dan kuesioner.

Hasilnya, siswa dengan tipe makan bubur diaduk memiliki rata-rata kecerdasan tingkat emosional sebesar 40,8 persen. Sementara itu, siswa yang tidak mengaduk bubur ayamnya memperoleh rata-rata kecerdasan tingkat emosional sebesar 42,5 persen.

Dengan demikian, tim bubur tidak diaduk cenderung memiliki persentase kecerdasan emosional lebih tinggi dibandingkan dengan tim bubur diaduk. Namun, perlu diingat, penelitian unik tersebut merupakan penelitian dasar yang perlu diteliti lebih lanjut untuk membuktikan keakuratannya.

Kecerdasan emosional

Perlu diketahui, Luh Suryatni dalam Kecerdasan Emosional dan Perilaku Manusia (2020) menuliskan, pada dasarnya manusia dibentuk oleh tiga unsur pembentukan perilaku, yakni IQ, EQ, dan SQ.

Intelligence quotient atau IQ adalah kecerdasan manusia yang bisa diukur melalui ilmu pengetahuan, dengan menggunakan psikotes.

EQ atau emotional quotient adalah kecerdasan manusia dari segi emosional yang dapat menentukan seimbang atau tidaknya emosi manusia.

Sementara SQ atau spiritual quotient merupakan kecerdasan manusia dari segi spiritual, melalui ketenangan batin yang dapat memberikan spirit dalam menjalankan dinamika kehidupan.

Dilansir dari Kompas, kecerdasan emosional atau emotional intelligence (EI) atau EQ adalah kemampuan untuk merasakan, mengekspresikan, memahami, dan mengelola emosi.

Istilah kecerdasan emosional muncul pertama kali pada 1985 oleh Wayne Payne, dalam sebuah disertasi doktoral.

Sejak itu, konsep kecerdasan emosional menarik perhatian komunitas sains dan khalayak umum karena penerapannya mudah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Pada 1990-an, istilah emotional intelligence kian populer dengan terbitnya buka bertajuk Emotional Intelligence karya Daniel Goleman.

Buku tersebut menjabarkan lima komponen kunci kecerdasan emosional, yakni kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan kemampuan bersosialiasi.

Lantas, tingkat kecerdasan emosional mana yang lebih tinggi? Tim bubur diaduk atau tim bubur tidak diaduk?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituduh Selingkuh dengan Artis TikTok, Rumor Tak Sedap Terpa Adam Levine Maroon 5

Dituduh Selingkuh dengan Artis TikTok, Rumor Tak Sedap Terpa Adam Levine Maroon 5

Tantrum | Selasa, 20 September 2022 | 16:03 WIB

Viral Siswi Dikira Makeup Alis Padahal Natural, Guru Kewalahan saat Coba Hapus Pakai Tisu

Viral Siswi Dikira Makeup Alis Padahal Natural, Guru Kewalahan saat Coba Hapus Pakai Tisu

Banten | Selasa, 20 September 2022 | 14:58 WIB

Haru! Momen Atlet Taekwondo Nonmuslim Asal India Minta Pakai Hijab saat Tanding, Warganet: Auto Nangis

Haru! Momen Atlet Taekwondo Nonmuslim Asal India Minta Pakai Hijab saat Tanding, Warganet: Auto Nangis

Hits | Selasa, 20 September 2022 | 11:55 WIB

Terkini

Momen Suahasil Nazara Sapa Karyawan Kemenkeu Usai Jadi Menteri

Momen Suahasil Nazara Sapa Karyawan Kemenkeu Usai Jadi Menteri

Foto | Senin, 14 September 2026 | 18:26 WIB

Purbaya Dicopot Prabowo, Pramono Siap Gandeng Menkeu Baru demi Kelancaran Fiskal Jakarta

Purbaya Dicopot Prabowo, Pramono Siap Gandeng Menkeu Baru demi Kelancaran Fiskal Jakarta

News | Senin, 14 September 2026 | 18:25 WIB

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

News | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu

Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

'Mereka Membantah, Kami Membuktikan', Kuasa Hukum Pelapor Siap Lawan Bantahan Betrand Peto

'Mereka Membantah, Kami Membuktikan', Kuasa Hukum Pelapor Siap Lawan Bantahan Betrand Peto

News | Senin, 14 September 2026 | 18:12 WIB

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

Korban Keracunan MBG Sudah 53 Ribu, DPR Desak Polisi Usut Tanpa Tunggu Laporan

News | Senin, 14 September 2026 | 18:05 WIB

Timnas Indonesia Cari Lawan Kedua di FIFA Matchday November, Erick Thohir Masih Tunggu Jawaban

Timnas Indonesia Cari Lawan Kedua di FIFA Matchday November, Erick Thohir Masih Tunggu Jawaban

Bola | Senin, 14 September 2026 | 18:05 WIB

Anwar Ibrahim Undang Prabowo ke Malaysia, Bahas Kabut Asap dan Hubungan Bilateral

Anwar Ibrahim Undang Prabowo ke Malaysia, Bahas Kabut Asap dan Hubungan Bilateral

Video | Senin, 14 September 2026 | 18:00 WIB

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

Denny Indrayana: RUU Perampasan Aset Jangan Berubah Jadi Perampasan Asa

News | Senin, 14 September 2026 | 17:57 WIB

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Tinggalkan Gawai Sejenak, Nikmati Akhir Pekan yang Tenang Bersama The Write and Wonder Club

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:52 WIB

×