Wawan juga menepis isu pembubaran ekstrakurikuler, khususnya rohani salah satu agama.
Dia menjelaskan, saat itu semua ekstrakurikuler di SMAN 2 Depok memang dihentikan sementara lantaran ada kegiatan Penilaian Tengah Semester (PTS).
Kegiatan ekstrakurikuler yang dimaksud ditujukan kepada seluruh ekstrakurikuler tanpa terkecuali selama kegiatan PTS berlangsung. Hal ini dilakukan agar seluruh siswa-siswi fokus pada kegiatan PTS.
"Jadi tidak pernah ada pernyataan dari staf kesiswaan seperti yang tertulis bahwa akan membubarkan ekstrakurikuler, terlebih secara spesifik kepada Rohkris," katanya.
Diberitakan sebelumnya, viral unggahan di media sosial yang menarasikan bahwa siswa SMAN 2 Depok, dilarang memakai ruang kelas untuk kegiatan Rohani salah satu agama.
Para siswa disebut mengalami diskriminasi dan harus memakai tangga atau lorong sekolah untuk kegiatan Rohani Kristen.
Unggahan itu juga disertai foto yang memperlihatkan sejumlah siswa tengah duduk dan berdiri di tangga dan lorong sekolah.
Ada yang mengenakan baju olahraga, ada juga siswa yang mengenakan seragam putih abu-abu.
Baca Juga: Diselingkuhi Reza Arap, Wendy Walters: Dia Pengen Coba Sensasi Cewek Lain