Depok.suara.com, Pasca merebaknya kasus gagal ginjal akut anak yang mengalami jumlah secara signifikan, Pemerintah bakal melakukan investigasi secara mendalam terhadap bahan baku produk obat jenis sirup yang diduga sebagai penyebab penyakit tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa proses investigasi tersebut nantinya akan melibatkan sejumlah Kementerian terkait.
"(Pak Menteri Kesehatan) sudah lapor ke saya tapi belum semua, karena saya harus mengundang dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian terutama karena kemungkinan ini bahan bakunya impor, bahkan mungkin obatnya itu sendiri impor," kata Muhadjir di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (21/10/2022) seperti dilansir Suara.com.
Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Kemenkes dan BPOM telah menemukan tiga zat kimia berbahaya, yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) pada 15 contoh produk obat sirop yang diteliti dari pasien gangguan ginjal akut.
"Zat kimia tersebut terdeteksi pada organ pasien melalui penelitian terhadap 99 pasien balita yang meninggal dunia akibat gagal ginjal di Indonesia," Kata Muhadjir.
"Kemudian di dalam negeri mesti kita libatkan juga Kementerian Perindustrian, bagaimana supervisinya terhadap industri-industri domestik yang sekarang dicurigai sebagai pemicu gagal ginjal akut itu," sambungnya.
Untuk sementara, lanjut Muhadjir, kasus tersebut masih ditangani oleh Kemenkes dan BPOM.
"Saat ini masih ditangani oleh Kemenkes dan BPOM," kata Muhadjir.
Baca Juga: Anak Sakit? Jangan Langsung Diberi Obat, Ini Kata Dokter