Pangeran Johor Meninggal di Usia Muda, Istana Berkabung 7 Hari

Tomi Tresnady

Minggu, 06 Desember 2015 | 21:16 WIB
Pangeran Johor Meninggal di Usia Muda, Istana Berkabung 7 Hari
Siti Nurhaliza bersama Tunku Abdul Jalil [Instagram @ctdk]

Suara.com - Suasana duka menyelimuti seluruh Johor sejak tadi malam selepas meninggalnya Tunku Laksamana Johor Tunku Abdul Jalil Sultan Ibrahim.

Foto utama di bagian atas akun resmi Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar di Facebook berubah jadi warna hitam sejak kemarin malam, beberapa jam selepas meninggalnya Tunku Abdul Jalil di usia 25 tahun.

Tunku Abdul Jalil mangkat pada pukul 19.11 malam waktu setempat di Rumah Sakit Sultanah Aminah akibat sakit kanker hati stadium empat.

Laman resmi sultan Johor juga memuat foto hitam putih Tunku Abdul Jalil dengan ucapan takziah untuk seluruh kerabat diraja negeri yang berada di Malaysia bagian barat itu.

Laman resmi Facebook klub sepak bola Johor Darul Ta'zim (JDT) juga mengumumkan akan berkabung selama tiga hari sejak hari ini.

Beberapa jam sebelumnya, di laman klub sepak bola Johor Southern Tigers, Tunku Mahkota Johor menulis duka cita bagi adiknya.

“Namamu akan dibawa oleh warisku. Senyumanmu adalah kekuatanku. Semoga Allah merahmatimu, adikku. Saya sentiasa sayangkan kamu,” kata baginda," begitu tulisan Tunku Mahkota Johor atau dikenal dengan nama TMJ, disertakan foto almarhum dan TMJ memakai baju kaos bertulisan “fight like Jalil”.

Tunku Abdul Jalil merupakan anak keempat dari enam bersaudara Sultan Ibrahim. Almarhum dimakamkan di Makam Diraja Mahmoodiah pada pukul 14.45 sore tadi waktu setempat.

Bendera Johor dikibarkan setengah tiang selama tiga hari di setiap bangunan kerajaan dan semua aktivitas hiburan ditangguhkan demi menghormati kemangkatan pangeran Johor itu.

Waktu berkabung bagi pegawai kerajaan selama tiga hari, sedangkan istana berkabung tujuh hari.

Almarhum sebelumnya telah berjuang melawan kanker hati stadium empat setelah didiagnosa pada akhir tahun 2014, seperti dilaporkan The New Straits Times.

Tunku Abdul Jalil telah menjalani transplantasi hati di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Sun Yat-Sen di Guangdong, Cina selatan, pada 10 Desember 2014.

Dia juga seorang pencinta satwa liar dan menjadi relawan menjaga kebun binatang di Kebun Binatang Singapura selama setahun dan di Kebun Binatang London selama dua tahun.

Sakit kanker yang dialaminya memacu mendirikan Yayasan Kanker Tunku Laksamana Johor, di mana yayasan ini membantu pasien yang membutuhkan bantuan finansial dan pengobatan. (Bernama/The New Straits Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

550 Ribu Orang Indonesia Berobat ke Malaysia

550 Ribu Orang Indonesia Berobat ke Malaysia

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 22:00 WIB

Pemerintah Bangun Perbatasan Kalimantan-Malaysia Hingga 2019

Pemerintah Bangun Perbatasan Kalimantan-Malaysia Hingga 2019

Bisnis | Sabtu, 28 November 2015 | 09:07 WIB

IHSG Akhir Pekan Ini Dibuka Menguat 2,02 Poin

IHSG Akhir Pekan Ini Dibuka Menguat 2,02 Poin

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 11:03 WIB

Najib Razak Prediksi Pertumbuhan Ekonomi ASEAN 7 Persen di 2025

Najib Razak Prediksi Pertumbuhan Ekonomi ASEAN 7 Persen di 2025

Bisnis | Sabtu, 21 November 2015 | 13:57 WIB

Servis Khusus untuk Turis Malaysia di Indonesia

Servis Khusus untuk Turis Malaysia di Indonesia

Lifestyle | Minggu, 08 November 2015 | 23:06 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×