Band Kota & Ingatan Rilis Album Perdana 'Kurun'

Rendy Adrikni Sadikin

Sabtu, 01 Desember 2018 | 13:59 WIB
Band Kota & Ingatan Rilis Album Perdana 'Kurun'
Sampul album Kurun dari Kota & Ingatan.

Suara.com - Kelompok musik asal Yogyakarta, Kota & Ingatan resmi merilis album penuh pertama mereka, Kurun.

Album ini dirilis melalui platform digital Youtube, Spotify, Itunes-Apple Music (dengarkan di sini) dan dijajakan secara fisik dalam format CD di beberapa toko musik pada 16 November 2018.

Kurun, yang rentang pengerjaannya nyaris tiga tahun, merupakan kumpulan catatan yang merangkum peristiwa pula beragam tegangan yang terjadi di Yogyakarta selama 2016 hingga 2018.

Dalam praktiknya, rentang tersebut melebihi waktu dan ruang itu sendiri. Percakapannya pun menjadi lebih luas sebab kejadian-kejadian di dalamnya, terjadi menahun, relevan hingga hari ini, dan mengejan di banyak kota di Indonesia lainnya.

Kurun sebagai album kemudian menjelma refleksi dari apa yang terjadi di setiap sudut gang dan jalan besar; yang terjauh dan terengah; yang hiruk pikuk di tengah gempuran zaman; yang saling sikut dan tusuk dari belakang; yang ayat-ayat diperjualbelikan di jalanan; yang kekerasan dibungkus dengan beragam nilai-nilai moral dan ideologi; yang saling tumpang tindih dan kebanjiran infomasi; yang seluruh dan menjadi cara kerja negara hari ini; yang terjadi di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Menghadirkan 10 catatan di dalam Kurun, Kota & Ingatan mengolahnya dalam warna musik serta eksperimentasi yang begitu luas dan berani, berbekal lirik yang tajam; yang sesekali terdengar manis namun lebih sering menghujam.

Pada nomor berjudul Alur misalnya, Kota & Ingatan mencatat bagaimana kekerasan dihadirkan secara struktural di Indonesia, benturan antara masyarakat versus masyarakat dibangun, lalu militer mengintip dari kejauhan, siap hantam dengan senjata jika celah memungkinkan.

"Nilai-nilai kekerasan itu kemudian ditanam di media sosial, diadaptasi dan dibungkus dalam jargon agama, pancasila, ideologi kebangsaan, ‘merajut persatuan’ dan omong kosong lainnya. Omong kosong yang dibuat sedemikian manis agar masyarakat terlelap, mengamini kemudian lupa dan menyesali, pun begitu seterusnya," ungkap Aditya Prasanda, pelafal teks Kota & Ingatan menceritakan kelindan isu yang diangkat melalui Alur.

Kemudian ada pula Etalase yang mencatat bagaimana orang-orang melumrahkan gerakan 212, bagaimana agama sedemikian candu hingga Tuhan dan surga diarak massa ke jalan-jalan sebagai syarat sah menyembelih manusia lainnya.

Setali tiga uang, Etalase juga menyoroti bagaimana banjir informasi membuat kita tak bisa membedakan mana yang benar dan salah, mana yang fakta dan bohong, mana yang penting dan tidak penting; yang kemudian melukai nalar dan cara berpikir banyak orang hari ini.
‘’Kedua catatan itu dipantik peristiwa gropyokan yang dilakukan sejumlah organisasi yang mengatasnamakan warga di ruang publik Yogyakarta pada 2016. Namun dalam perjalanannya, percakapannya jadi lebih luas, karena beririsan dengan banyak kasus lainnya yang terjadi di Indonesia’’ terang Aditya Prasanda.

"Catatan-catatan lain juga sama berkelindannya dengan isu yang begitu mencekik di Yogyakarta pada rentang 2016 hingga 2018, seperti Kanal yang mencatat pemukiman warga yang kesulitan air di sekitar lokasi pembangunan hotel yang begitu masif di Yogyakarta. Lalu Leram yang beririsan dengan penggusuran mengerikan: tambang pasir besi dan bandara internasional yang diinisiasi Kesultanan Yogyakarta di Kulonprogo," tambahnya.

Melalui Kurun, kita juga dapat menyimak trauma sistem Orde Baru yang tak pernah bergeser dan kisah warga di kawasan konflik agraria yang selalu terpinggirkan, dalam lagu Pendar.

Sementara pada catatan berjudul Peluru dan Kurun, Kota & Ingatan menghadirkan beragam kasus penyelewengan HAM serta penghilangan paksa yang tak kunjung tuntas hingga hari ini.

Di luar isu-isu genting tersebut, Kota & Ingatan juga menyoroti isu lain yang kerap terlewatkan dari pembicaraan, menyoal tendensi bunuh diri yang begitu tinggi di kawasan perkotaan, dalam dua repertoar Elak dan Derit.

Sebagai nomor penutup, mereka menyelipkan satu lagu tambahan yang menyelinap di akhir kurasi album, Memoar. Sebuah nomor yang manis dan mengecoh. Menyoal hal yang klise bagi banyak orang, tentang harapan yang kandas, pada mimpi, pada angan-angan muda mudi urban hari ini yang begitu licin sekalipun tak begitu penting namun tak cukup bisa dikesampingkan. Lagu ekstra ini dirilis dalam format video klip pada 15 Oktober 2018 lalu.

Sejak terbentuk tahun 2016, kelompok musik Kota & Ingatan kerap mengisi sejumlah panggung di Yogyakarta. Beberapa kali nama mereka terdengar, namun lebih sering sayup terbawa angin. Mungkin pula disebabkan intensitas panggung mereka yang tidak sering dan saling berkejaran bersama segudang aktivitas masing-masing personilnya yang begitu cabar.

Kugiran yang beranggotakan Indradi Yogatama (gitar), Addie Setyawan (bass), Maliq Adam (gitar), Aji Prasetyo (drum) dan Aditya Prasanda (pelafal teks) ini telah merilis tiga catatan, yakni Alur pada 2016, Peluru setahun setelahnya, menyusul Memoar di paruh akhir 2018.

Kurun, merupakan debut album penuh pertama mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki

Kritik Matinya Hukum Tata Negara, Guru besar UGM: Runtuhkan Kekuasaan Sombong yang Dibeli Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bank Mandiri Gelar Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Dorong Wirausaha Muda Berpotensi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×