Menanti Kembalinya Kebisingan Distorsi, Musik Rock di Era Digital

Reza Gunadha

Minggu, 27 Oktober 2019 | 18:11 WIB
Menanti Kembalinya Kebisingan Distorsi, Musik Rock di Era Digital
Ilustrasi - Band Seringai.

Suara.com - Bunyi gitar elektrik berdistorsi berat, suara vokal yang khas, menggelegarnya dentuman drum, serta cabikan gitar bas ber-tone cepat khas genre rock, kekinian sudah jarang terdengar dari band-band mainstream di Indonesia.

PERKEMBANGAN teknologi dari analog ke digital dalam memproduksi musik, secara langsung turut mengubah industri. Terutama, bagaimana musik itu dibuat dan dikonsumsi.

Pada era analog, musisi rock Indonesia pernah merasakan manisnya penjualan album fisik.

Misalnya, God Bless melalui album Semut Hitam pada 1988 dengan total penjualan sekitar 400 ribu kopi. Sedangkan pada era semi-digital, Jamrud bisa menembus 2 juta kopi melalui album Ningrat pada 2000.

Padi, Dewa, dan Cokelat adalah beberapa band yang dengan embel-embel rock -- rock alternatif atau pop-rock -- yang pernah mencicipi manisnya era musik dari sisi bisnis sebelum era digital benar-benar bergulir.

Era digital dalam produksi musik ibarat "taman bermain" bagi musisi. Mereka bisa menciptakan efek suara, bereksperimen, dan proses rekaman menjadi lebih praktis.

Namun, kehadiran teknologi digital juga mengantarkan masalah. Padahal, sebelumnya teknologi digital diyakini begitu berguna dalam proses produksi musik.

Permasalahannya adalah ketika format musik digital MP3 begitu mudah diunduh, disebar, dan dinikmati dalam bentuk "bajakan".

"Manis banget, tapi zaman berubah. Masa kaset ke CD tidak terlalu terasa. Tapi ketika CD dihajar MP3, itu terasa banget. Bajakan di mana-mana. Tapi, musik tetap bertahan," kata pemain bas grup Cokelat Ronny Febry Nugroho.

baca juga

Produk bajakan bukan hal baru dalam industri musik karena sudah sejak zaman kaset pita. Jadi, bukan alasan bagi musisi untuk habis akal meski tetap susah untuk dilawan.

Penjualan album fisik pada awal 2000-an terus menurun. Bahkan, setelah era itu, tidak ada album yang bisa menembus satu juta kopi hingga 2010.

Jangan tanya bagaimana era sekarang, tembus 150 ribu kopi saja sudah mendapat gelar platinum.

Tentu, hal itu adalah dekade yang penuh tantangan untuk pemusik. Lantas bagaimana mereka bertahan dalam periode transisi teknologi dan bisnis itu?

"Jangan karena pernah jual satu juta kopi dan sekarang cuma jual 150 ribu, terus jadi lemah dan malas," kata Ronny.

"Justru itu tantangannya. Bagaimana berkarya saat teknologi terus bergerak. Ada digital, ada streaming, dan bagaimana peluang pada masa depan."

"Teruslah berkarya, karena karya terbaik akan tetap dicari. Musik tak akan mati. Bisnis lain tidak mati dengan hadirnya digital, bukan?" kata dia.

Eet Sjahranie, gitaris Edane dan mantan personel God Bless, tidak punya resep khusus untuk bertahan di skena musik rock selama lebih 30 tahun, selain semangat untuk terus berkarya.

"Kuncinya karena senang. Bukan tak butuh duit. Tapi kalau senang, ya tak kepikiran yang lain. Berkarya saja terus," kata Eet.

Gitaris nyentrik penggemar band hard-rock Van Halen itu tidak mau ambil pusing soal pergeseran teknologi analog ke digital yang turut mengubah pola pendengar dari kaset ke streaming melalui ponsel.

"Digital itu memberikan hal yang praktis," katanya. "Tidak ada kesulitan dan memang harus ikut zaman."

Selain pernah sukses bersama God Bless, nama Eet juga pernah berkibar saat Edane merilis album 170 Volts pada 2002 dengan hits "Kau Pikir Kau Lah Segalanya".

Dalam transisi pola rekaman, Eet mengakui Edane juga beradaptasi menuju era digital.

"Kami sudah digital sejak 2004. Terakhir yang semi-digital pada 2001. Awalnya masih pakai pita, terus pindah ke digital," kata Eet.

Streaming

STUDI "Music in the Digital Age: Musicians and Fans Around the World 'Come Together' on the Net" dari State University Winston-Salem, North Carolina Amerika Serikat, menemuka ada tiga jenis pendengar musik.

Pertama, adalah pendengar yang siap atau berusaha membeli karya. Kedua adalah yang tidak pernah membeli tapi menikmati musik melalui radio atau televisi. Dan, ketiga adalah penikmat musik bajakan.

Saat penjualan CD menurun dihantam mudahnya akses musik bajakan, teknologi terus berinovasi sampai kemunculan layanan streaming musik.

Penikmat musik ilegal tidak perlu membajak musik karena cukup dengarkan melalui aplikasi streaming. Sedangkan pendengar loyal tentu akan tetap membeli album fisik.

Streaming musik juga membuka jendela bagi pendengar musik lainnya untuk mencoba mendengarkan musik-musik baru.

Penggemar rock bisa mendengarkan musik jazz atau country tanpa harus membeli, sedangkan musisi tetap mendapatkan haknya dari pemutar digital itu.

Musisi Eddi Hidayatullah atau akrab disapa Eddi Brokoli menilai era musik rock sudah lebih terbuka dan lepas dari pakem-pakem rock terdahulu.

"Sekarang, rock semakin ramai. Jika gua punya anak pada era 2000-an, mungkin rak kasetnya berisi Metallica, Pantera, Antrax, Slayer, alias satu genre semua. Bisa juga Sex pistols, The Clash, Ramones, dan kawan-kawannya," katanya.

"Tapi, anak rock sekarang bisa saja habis dengan Greenday pindah ke Coldplay, dan lain-lain. Mereka tak salah, memang era ini membuat referensi menjadi banyak," kata vokalis grup musik Harapan Jaya itu.

"Sekarang, semua orang layak menjadi music director karena referensi musiknya banyak."

Era musik streaming juga membuka mata penikmat musik untuk menyimak perkembangan terkini. Tanpa harus berburu kaset, cukup pijat layar ponsel.

"Saat gua buka YouTube, gua mau tahu the latest band rock. Ternyata, banyak yang gua belom tahu. Ternyata, ada band ini, musik rock sekarang seperti ini. Tapi, ada juga band rock yang lain, yang berbeda," kata Ronny.

Bukan sekadar membuat musik lebih praktis, era streaming juga memberikan harapan kepada para musikus untuk mendapatkan hak-haknya dari lagu-lagu yang diputar secara digital.

"Sejauh ini belum cek detail. Tapi, ada report dari record company kalau memang ada yang masuk dan digital itu ada efeknya," kata Eet.

Eet, Ronny dan Eddi menilai era musik streaming membuka peluang seluas-luasnya kepada calon musikus untuk berkarya.

Berkat kemudahan digital, musik bisa diproduksi di rumah, didistribusikan lewat platform online, tanpa terikat label rekaman, biaya rendah, efisien, dan dapat menyentuh segmen pendengar secara spesifik.

Satu lagi, melalui platform digital berbasis web, musikus tidak hanya menyuguhkan lagu, melainkan informasi jadwal panggung, musik hingga penjualan merchandise dalam satu paket.

"Kuncinya adalah karya. Terus berkarya, nanti ketemu jalannya," kata Ronny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kans Krisyanto Jamrud Vs Trah Elit di Pilbup, Pengamat: Terbuka Tapi Kecil

Kans Krisyanto Jamrud Vs Trah Elit di Pilbup, Pengamat: Terbuka Tapi Kecil

Banten | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 10:57 WIB

Jakarta Rock Space Tampilkan Konser God Bless, Edane, NTRL, dan Jamrud

Jakarta Rock Space Tampilkan Konser God Bless, Edane, NTRL, dan Jamrud

Entertainment | Selasa, 01 Oktober 2019 | 16:47 WIB

Tampil Berbarengan, Jamrud Tak Kalah Penonton dari Suede

Tampil Berbarengan, Jamrud Tak Kalah Penonton dari Suede

Entertainment | Minggu, 08 September 2019 | 06:30 WIB

Bocoran Penampilan Seringai, KPR, hingga Jamrud di Soundrenaline 2019

Bocoran Penampilan Seringai, KPR, hingga Jamrud di Soundrenaline 2019

Entertainment | Rabu, 31 Juli 2019 | 17:50 WIB

Yayasan Jamrud Biru: Kasih Sayang Tanpa Batas

Yayasan Jamrud Biru: Kasih Sayang Tanpa Batas

Video | Selasa, 30 Juli 2019 | 16:15 WIB

Kisah Wawan yang Kecanduan PlayStation

Kisah Wawan yang Kecanduan PlayStation

Video | Sabtu, 27 Juli 2019 | 17:15 WIB

Cerita Krisyanto Jamrud Maju Pilkada Pandeglang Lewat Jalur Independen

Cerita Krisyanto Jamrud Maju Pilkada Pandeglang Lewat Jalur Independen

Banten | Jum'at, 12 Juli 2019 | 08:05 WIB

Krisyanto Akui Belum Disetujui Jamrud Jadi Cabub Pandeglang

Krisyanto Akui Belum Disetujui Jamrud Jadi Cabub Pandeglang

Banten | Kamis, 11 Juli 2019 | 21:46 WIB

Kelompok Pecinta Alam Dukung Krisyanto Jamrud Jadi Bupati Pandeglang

Kelompok Pecinta Alam Dukung Krisyanto Jamrud Jadi Bupati Pandeglang

Banten | Sabtu, 06 Juli 2019 | 15:46 WIB

Terkini

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:54 WIB

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya

Banten | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:38 WIB

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:36 WIB

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:31 WIB

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:28 WIB

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:23 WIB

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta

Jakarta | Minggu, 26 Juli 2026 | 23:00 WIB

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:52 WIB

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:30 WIB

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:28 WIB

×