Menelisik Penonton Serial WeTV Kupu Malam

Ferry Noviandi

Selasa, 06 Desember 2022 | 18:15 WIB
Menelisik Penonton Serial WeTV Kupu Malam
Michelle Ziudith di series Kupu Malam. [WeTV]

Suara.com - Menurut data yang dirilis WeTV Indonesia, web-series terbaru yang tayang di aplikasi WeTV, Kupu Malam menangguk banyak penonton. Dikatakan, serial Kupu Malam yang baru tayang mengumpulkan empat juta penonton pekan kemarin atau akhir November 2022.

Serial itu juga dikatakan trending di 16 negara yang mengakses aplikasi WeTV dari seluruh dunia. Maka menjadi tanya, kenapa bisa menangguk banyak penonton? Apa yang membuat Kupu Malam ditonton banyak orang? Siapa penonton serial itu?

Michelle Ziudith dan Lukman Sardi di series Kupu Malam. [WeTV]
Michelle Ziudith dan Lukman Sardi di series Kupu Malam. [WeTV]

Semoga tulisan ini mampu menjawab berbagai tanya di atas.

Yang pertama harus disamakan dulu adalah persepsi. Mari sepakati bahwa series Kupu Malam adalah produk budaya pop. Sederhananya, produk budaya pop mencakup novel, film, acara TV, komik atau bentuk kesenian apapun yang ditujukan untuk konsumsi massa. Tontonan di layanan OTT (over the top) atau streaming termasuk produk budaya pop.

Nah, dari dulu hingga sekarang, produk budaya pop selalu problematis. Pandangan terhadap budaya pop berbeda seiring waktu. Misalnya, pada 1970-an, majalah jurnal Prisma menerbitkan edisi khusus budaya pop.

Namun, suara paling lantang yang tampil di edisi itu justru mengecam budaya pop. Hal yang paling menonjol adalah keluhan, ejekan, dan kecaman. Sikap demikian tak hanya datang dari ilmuwan. Kecaman paling keras justru datang dari seniman dan kritikus yang terlibat dalam industri budaya pop itu sendiri.

Salah satu produk budaya pop yang dikecam adalah film. Mereka, para pengkritik tahun 1970-an itu, bersikap defensif pada perkembangan perfilman Indonesia yang menonjolkan kemewahan, kekerasan, kecengengan, dan adegan seksual yang vulgar.

Michelle Ziudith dan Rizky Nazar di series Kupu Malam. [WeTV]
Michelle Ziudith dan Rizky Nazar di series Kupu Malam. [WeTV]

Prisma memberi ruang seluas-luasnya bagi sejumlah sutradara dan kritikus film yang menolak ikut bertanggung jawab atas cacat perfilman. Mereka menuduh produser yang berselera rendah sebagai biang keladi. Tapi tak ada satu pun suara dari pihak produser di Prisma edisi tersebut. Artinya, ini kisah sepihak.

Kupu Malam produk Budaya Pop

baca juga

Segendang sepenarian dengan pandangan di Prisma kala itu, Salim Said, yang menjadi kritikus film majalah Tempo juga mengeluhkan kualitas film Indonesia masa itu (tahun 1970-an).

Tulisnya: "Dari sekian banyak film kita dengan tokoh hostes di dalamnya, adakah salah satu di antaranya yang betul-betul mempersoalkan hostes itu sendiri? Film-film Indonesia memperlakukan hostes persis seperti tuan-tuan ber-uang datang ke klub malam untuk sekadar melepaskan lelah sembari memanfaatkan perempuan yang ia sewa jam-jaman. Hostes adalah jalan raya baru bagi film Indonesia untuk menggambarkan adegan-adegan seks, dengan asumsi umum bahwa hostes adalah perempuan yang mudah dibeli."

Bila menengok potongan tulisan Salim Said di atas, apakah series Kupu Malam adalah sebuah kemunduran yang mengembalikan budaya pop kita ke tahun 1970-an lampau? Bukankah di Kupu Malam ada Laura yang jadi pekerja seks komersial karena alasan ekonomi (untuk menutupi biaya pengobatan adiknya yang sakit).

Ya, bila kita hanya menganggap budaya pop secara hitam-putih. Namun, kini budaya pop tak lagi dianggap rendahan. Produk budaya pop yang laku ditonton banyak orang (maupun yang tidak) sama signifikansinya sebagai penanda budaya.

Sejak post-modernisme, apa yang jadi arus-utama (mainstream) sama bernilainya dengan yang adi-luhung (avant-garde). Film karya Garin Nugroho, Edwin atau Kemala Andini sama bernilainya dengan karya Nayato Fionuala atau Anggy Umbara dalam perspektif post-modernis.

Steffi Zamora di series Kupu Malam. [WeTV]
Steffi Zamora di series Kupu Malam. [WeTV]

Mari bicara ke pokok persoalan, kenapa serial Kupu Malam ditonton banyak orang? Saat ini OTT telah jadi barang mainstream. Kini banyak orang mencari hiburan di dunia maya. Untuk tontonan, mereka mencarinya di layanan streaming atau OTT. Meski kini bioskop telah buka kembali dan jutaan orang nonton bioskop, nonton OTT juga telah jadi kebiasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fantasi Liar Arif Dirgantara di Kupu-Kupu Malam Episode 3, Paksa Flo Terima Ajakannya Bercinta, Sang Konglomerat Jatuh Hati atau Terobsesi?

Fantasi Liar Arif Dirgantara di Kupu-Kupu Malam Episode 3, Paksa Flo Terima Ajakannya Bercinta, Sang Konglomerat Jatuh Hati atau Terobsesi?

Bandung | Selasa, 06 Desember 2022 | 15:39 WIB

Trailer Kupu Kupu Malam Episode 4A: Raffi Terkejut Saat Laura Ceritakan soal Masa Lalunya

Trailer Kupu Kupu Malam Episode 4A: Raffi Terkejut Saat Laura Ceritakan soal Masa Lalunya

Sumedang | Selasa, 06 Desember 2022 | 12:11 WIB

Sinopsis Kupu Kupu Malam Episode 4A dan 4B, Simak Jadwal Tayang Gratis di Sini

Sinopsis Kupu Kupu Malam Episode 4A dan 4B, Simak Jadwal Tayang Gratis di Sini

Sumedang | Selasa, 06 Desember 2022 | 11:38 WIB

Terkini

Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam

Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam

Entertainment | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:12 WIB

4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura

4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura

Entertainment | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:21 WIB

Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya

Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya

Entertainment | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:07 WIB

Review Film 402 Rumah Sakit Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack

Review Film 402 Rumah Sakit Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack

Entertainment | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:00 WIB

Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung

Beda Kasta! Samo Rafael dan Shanna Shannon Berjuang Demi Cinta di Film Dan Bandung

Entertainment | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:24 WIB

Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12

Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12

Entertainment | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:15 WIB

Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'

Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'

Entertainment | Senin, 06 Juli 2026 | 20:32 WIB

Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu

Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu

Entertainment | Senin, 06 Juli 2026 | 18:59 WIB

Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere

Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere

Entertainment | Senin, 06 Juli 2026 | 17:54 WIB

Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah

Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah

Entertainment | Senin, 06 Juli 2026 | 15:51 WIB

×