"Pejabat paling beda mah, ini si bapak aing," komentar netizen lain.
"Luar biasa gubernur selalu benar benar membaur dgn rakyatnya tanpa batas, semoga sehat sehat yah dan saya doakan jadi presiden RI," timpal netizen lainnya.
Cek Fakta
Lantas apakah benar itu video Dedi Mulyadi ikut panjat pinang dan bukan rekayasa AI?
Jawabannya memang itu benar video asli Dedi Mulyadi. Meski tak seperti yang dinarasikan akun-akun TikTok.
Video itu dibuat saat merayakan kemerdekaan pada 2023. Saat itu Dedi masih menjabat sebagai anggota DPR RI.
Tepatnya dia merayakan HUT ke-78 RI bersama masyarakat di kediaman Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.
Apa yang dilakukannya punya makna mendalam sebagai seorang pemimpin.
Baginya pemimpin hanya bisa melihat rakyatnya yang berlomba, namun dia ingin bikin gebrakan kalau masyarakat yang menontonnya.
"Pokoknya hari ini kita bahagia, ini Agustusan, biasanya Agustusan itu para anggota DPR dan para pejabat hanya nonton rakyatnya," ucapnya.
Semuanya dengan tujuan untuk menghibur masyarakat setempat dan umumnya penonton channel YouTubenya.
"Kita hari ini kita balik ya, rakyatnya bahagia lihat kita itulah hidup," tuturnya.
Ada filosofi mendalam yang disampaikan dari perayaan panjat pinang yang diikutinya.
"Kita jangan aja jadi nontonin penderitaan warga dong, sekali-kali kita hidup ini menderita, ini filosofinya seperti itu," bebernya.
Meski itu video lama, namun setiap tahun Kang Dedi selalu ikut lomba Agustusan bersama warganya.
Pada 2025 ini, KDM juga ikut lomba panjat pinang. Meski tahun ini tak pakai kostum aneh-aneh.
Namun tempat untuk panjat pinang ini susah karena di sawah berlumpur.
Dari video yang dibagikannya, tampak dia sampai meringis kesakitan saat pundaknya diinjak warga dalam satu timnya.
Seperti diketahui, Dedi Mulyadi dikenal memiliki pendekatan yang humanis dan sering berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa sekat atau protokol ketat.
Dia kerap turun ke lapangan, seperti mengunjungi pasar tradisional dan rumah warga, serta membantu langsung masyarakat yang membutuhkan.
Dia bahkan membuat program yang memungkinkannya berinteraksi langsung dengan warga.
Dia juga sering membuat kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan, seperti petani, pedagang kecil, dan lansia.
Ini yang membuat rakyatnya menyukainya, meski tak sedikit juga yang kontra padanya.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah