Ride On: Surat Cinta Emosional Jackie Chan untuk Dunia Stunt dan Penggemar, Malam Ini di Indosiar

Ferry Noviandi Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:45 WIB
Ride On: Surat Cinta Emosional Jackie Chan untuk Dunia Stunt dan Penggemar, Malam Ini di Indosiar
Film Ride On yang dibintangi Jackie Chan akan tayang pukul 23.00 WIB malam ini di Indosiar. [YouTube]

Suara.com - Indosiar Jumat (29/8/2025) malam ini pukul 23.00 WIB akan menyuguhkan film Ride On yang dibintangi Jackie Chan.

Film yang dirilis pada 2023 ini menampilkan cerita Jackie Chan yang mantan stunman film-film laga, namun kini mulai menua dan harus menghadapi realita hidup.

Bagaimana cerita film Ride On? Simak sinopsi lebih lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Pada 2023, legenda hidup perfilman aksi Jackie Chan, kembali ke layar lebar dengan film terbarunya, Ride On.

Disutradarai dan ditulis oleh Larry Yang, film ini bukan sekadar tontonan aksi biasa, melainkan sebuah penghormatan yang menyentuh hati terhadap warisan karier Jackie Chan sebagai seorang stuntman dan aktor.

Film Ride On yang dibintangi Jackie Chan akan tayang pukul 23.00 WIB malam ini di Indosiar. [YouTube]
Film Ride On yang dibintangi Jackie Chan akan tayang pukul 23.00 WIB malam ini di Indosiar. [YouTube]

Ride On berhasil memadukan aksi komedi khas Chan dengan drama yang mendalam tentang penuaan, warisan, dan hubungan keluarga, menjadikannya tontonan wajib bagi penggemar lama maupun penonton baru.

Film ini memperkenalkan kita pada Lao Luo (Jackie Chan), seorang stuntman veteran yang dulunya adalah seorang legenda di industri film Tiongkok.

Namun, di era modern, ia hidup dalam kemiskinan dan terlupakan, hanya ditemani oleh kuda kesayangannya yang cerdas dan setia, Larry.

Kuda ini, yang juga merupakan bintang stunt terlatih, adalah satu-satunya peninggalan berharga Luo dari masa kejayaannya.

Baca Juga: Shattered: Film Thriller Psikologis tentang Kekayaan dan Keserakahan, Malam ini di Trans TV

Ketika Luo terancam kehilangan Larry karena masalah hukum dan utang, ia terpaksa mencari bantuan dari putrinya yang telah lama terasing, Xiao Bao (Liu Haocun), seorang mahasiswa hukum yang tidak menyetujui gaya hidup ayahnya yang berbahaya.

Awalnya, hubungan antara Luo dan Xiao Bao sangat tegang. Xiao Bao masih menyimpan dendam atas pengabaian ayahnya di masa lalu, yang selalu mengutamakan pekerjaannya sebagai stuntman di atas segalanya.

Film Ride On yang dibintangi Jackie Chan akan tayang pukul 23.00 WIB malam ini di Indosiar. [YouTube]
Film Ride On yang dibintangi Jackie Chan akan tayang pukul 23.00 WIB malam ini di Indosiar. [YouTube]

Namun, seiring berjalannya waktu, dan melalui serangkaian peristiwa yang melibatkan upaya untuk menyelamatkan Larry serta pertemuan dengan mantan rekan-rekan stuntman Luo, Xiao Bao mulai memahami dan menghargai pengorbanan serta semangat ayahnya.

Film ini secara cerdik menggunakan flashback ke adegan-adegan ikonik dari film-film Jackie Chan sebelumnya, menunjukkan betapa berbahayanya pekerjaan seorang stuntman dan mengapa Luo begitu mencintai profesinya.

Momen-momen ini tidak hanya berfungsi sebagai nostalgia bagi penggemar, tetapi juga sebagai alat naratif untuk menjelaskan karakter Luo dan hubungannya dengan putrinya.

Salah satu daya tarik utama Ride On adalah chemistry yang luar biasa antara Jackie Chan dan kuda Larry.

Kuda ini bukan hanya properti, melainkan karakter yang memiliki kepribadian, bahkan melakukan stunt yang mengesankan bersama Jackie.

Hubungan antara Jackie dan Larry adalah inti emosional film ini, memberikan banyak momen komedi yang hangat dan menyentuh.

Penampilan Jackie Chan sendiri patut diacungi jempol. Di usianya yang ke-69 saat film ini dirilis, ia masih menunjukkan kelincahan dan karisma yang tak tertandingi dalam adegan aksi.

Namun, yang lebih menonjol adalah kemampuannya untuk menyampaikan kerentanan dan kesedihan seorang pria yang berjuang untuk relevan di dunia yang terus berubah.

Jackie memberikan salah satu penampilan paling emosional dalam kariernya, menunjukkan sisi dramatis yang mendalam di balik persona action-hero yang kita kenal.

Film ini juga secara efektif membahas tema-tema seperti penuaan, warisan, dan pengorbanan dalam industri film.

Melalui karakter Lao Luo, Ride On merenungkan harga yang harus dibayar oleh para stuntman demi hiburan penonton, baik secara fisik maupun pribadi.

Ada momen-momen reflektif yang kuat tentang bahaya pekerjaan stunt dan bagaimana para pahlawan di balik layar seringkali terlupakan.

Film ini adalah surat cinta kepada semua stuntman yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk seni ini, dan sekaligus pengingat akan kontribusi tak ternilai Jackie Chan sendiri.

Meskipun Ride On memiliki beberapa adegan aksi yang dirancang dengan baik dan khas Jackie Chan, termasuk pertarungan yang cerdas dan penggunaan lingkungan sekitar sebagai senjata, fokus utamanya adalah pada drama dan emosi.

Film ini tidak mencoba untuk menjadi film aksi blockbuster yang penuh ledakan, melainkan lebih memilih untuk mengeksplorasi hubungan antar karakter dan perjuangan pribadi Lao Luo.

Beberapa kritikus mungkin menemukan bahwa plotnya sedikit klise atau pacing-nya terkadang melambat, namun pesan emosionalnya tetap kuat.

Secara keseluruhan, Ride On adalah film yang mengharukan dan menghibur.

Ini adalah sebuah perayaan atas karier luar biasa Jackie Chan, sekaligus sebuah kisah universal tentang keluarga, pengampunan, dan menemukan kembali tujuan hidup.

Bagi siapa pun yang tumbuh besar dengan film-film Jackie Chan, Ride On akan terasa seperti pelukan hangat dari seorang teman lama, mengingatkan kita mengapa ia tetap menjadi ikon yang dicintai di seluruh dunia.

Film ini adalah pengingat bahwa di balik setiap stunt yang berani, ada seorang manusia dengan cerita dan perjuangan yang mendalam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?