Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai

Sumarni, Ismail

Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:13 WIB
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
Dimas Kanjeng divonis 18 tahun penjara. (Times Indonesia/Dicko W)
baca 10 detik
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi resmi bebas bersyarat pada April 2025 setelah menjalani hukuman panjang.

  • Ia kembali memimpin aktivitas di Padepokan Dimas Kanjeng yang kini kembali ramai oleh para pengikutnya.

  • Publik kembali mengingat kasus penipuan dan pembunuhan berencana yang pernah menyeretnya pada 2016.

Suara.com - Sosok kontroversial Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang pernah menggemparkan Indonesia dengan klaim penggandaan uang dan jejak kriminal sadis, kini menghirup udara bebas.

Setelah menjalani hukuman panjang, ia resmi mendapatkan status bebas bersyarat pada April 2025.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah kembalinya ia ke singgasananya, Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, yang kini dilaporkan kembali ramai dipadati para pengikut setianya.

Pemandangan di sekitar padepokan kini kontras dengan citra kelam masa lalunya.

Lantunan ayat suci Al-Qur'an dan kegiatan keagamaan seperti istigasah kembali menggema.

Sejumlah video menunjukkan Dimas Kanjeng, dengan penampilan khasnya, memimpin berbagai acara, mulai dari perayaan Maulid Nabi hingga upacara kemerdekaan.

Setiap kali mobilnya melintas, para pengikut berbaris di tepi jalan, memberikan penghormatan seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Menurut salah seorang pengurus padepokan, kembalinya Dimas Kanjeng telah membuat suasana menjadi jauh lebih hidup.

Aktivitas sosial seperti pembagian sembako kepada jemaah dan masyarakat sekitar juga kembali digalakkan, seakan membuka lembaran baru yang jauh dari citra horor di masa lalu.

baca juga

Di balik citra barunya sebagai pemimpin spiritual, publik diingatkan kembali pada kasus mengerikan yang menjeratnya.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Instagram.com/@dimas_kanjeng_taat_pribadi)
Dimas Kanjeng Taat Pribadi (Instagram.com/@dimas_kanjeng_taat_pribadi)

Dimas Kanjeng ditangkap pada 22 September 2016, bukan hanya karena kasus penipuan bermodus penggandaan uang, tetapi juga karena menjadi otak di balik pembunuhan dua pengikutnya sendiri, Ismail Hidayah dan Abdul Gani.

Motif pembunuhan itu adalah untuk membungkam keduanya. Ismail dan Gani dianggap akan membongkar aib dan praktik penipuan yang selama ini terjadi di dalam padepokan.

Dimas Kanjeng tak segan memerintahkan tim khususnya untuk menghabisi nyawa orang-orang yang dianggap sebagai ancaman.

Ismail Hidayah dihabisi pada Februari 2015 dan jasadnya dikubur di Probolinggo.

Penemuan mayatnya menjadi titik awal terungkapnya kejahatan ini. Sementara itu, Abdul Gani, yang merupakan Ketua Yayasan Padepokan, dibunuh pada April 2016 di Probolinggo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Daehoon Tinggalkan Kajian Usai Disinggung Soal Perceraian di Depan Anak, Netizen Geram

Viral! Daehoon Tinggalkan Kajian Usai Disinggung Soal Perceraian di Depan Anak, Netizen Geram

Entertainment | Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:47 WIB

Motor Baru Mogok, Konten Kreator Lek Damis Buang Bensin Diduga Palsu dan Keluhkan Kualitas BBM

Motor Baru Mogok, Konten Kreator Lek Damis Buang Bensin Diduga Palsu dan Keluhkan Kualitas BBM

Entertainment | Kamis, 30 Oktober 2025 | 07:31 WIB

Viral Warga Labrak Patwal Parkir di Area Disabilitas Bandara Juanda: Presiden Juga Tak Berhak

Viral Warga Labrak Patwal Parkir di Area Disabilitas Bandara Juanda: Presiden Juga Tak Berhak

Entertainment | Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:53 WIB

Lagi Terjebak Banjir, Suara Google Maps Malah Bikin Ngakak

Lagi Terjebak Banjir, Suara Google Maps Malah Bikin Ngakak

Entertainment | Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:16 WIB

Firdaus Oiwobo Sebut Prabowo Singa Dikelilingi Kambing, Netizen: Baru Kali Ini Dia Benar

Firdaus Oiwobo Sebut Prabowo Singa Dikelilingi Kambing, Netizen: Baru Kali Ini Dia Benar

Entertainment | Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:18 WIB

Viral! Pemancing Dapat Ikan Mas Jumbo di Danau Toba Tapi Tak Boleh Dibawa Pulang, Ada Apa?

Viral! Pemancing Dapat Ikan Mas Jumbo di Danau Toba Tapi Tak Boleh Dibawa Pulang, Ada Apa?

Entertainment | Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:28 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×