Instrumen klasik India dalam film Taj Mahal: An Eternal Love Story dibuat untuk memberikan nuansa abad ke-17.
Naushad Ali yang legendaris menggarap skor film ini, sekaligus menjadi karya terakhirnya sebelum ia wafat pada Mei 2006.
4. Gandeng Aktor Baru
Keputusan Akbar Khan menggaet aktor baru untuk berperan dalam film Taj Mahal: An Eternal Love Story pun cukup mengejutkan.
Akbar Khan memilih Zulfi Syed sebagai Pangeran Khurram (Shah Jahan muda) dan Sonya Jehan sebagai Arjumand Bano (Mumtaz Mahal) alih-alih memilih aktor yang sudah punya nama.
Namun Akbar Khan juga mengajak para aktor senior bermain dalam filmnya kok, seperti Kabir Bedi dan Manisha Koirala.
5. Lokasi Syuting Asli
Meski membuat set bangunan istana Mughal, film Taj Mahal: An Eternal Love Story juga syuting di lokasi asli.
Tepatnya di area sekita Benteng Agra dan Taj Mahal dengan izin khusus syuting.
Hal itu dilakukan agar mendapatkan atmosfer otentik dari situs-situs warisan dunia tersebut.
6. Gagal Box Office
Film Taj Mahal: An Eternal Love Story yang melegenda ternyata tak mendapat banyak penonton saat tayang dua dekade lalu.
Kritikus menilai durasi yang mencapai 182 menit atau sekitar tiga jam, serta alur cerita yang lambat, menjadi penyebabnya walau visualnya megah dan memukau.
Oleh sebab itu, film Taj Mahal gagal bersaing dengan karya-karya Bollywood yang sedang tayang dan lebih modern seperti Bunty Aur Babli, No Entry, atau Salaam Namaste.
Itu dia berbagai fakta menarik film Taj Mahal: An Eternal Love Story yang tayang di bioskop Indonesia.