Suara.com - Sebuah kabar menyedihkan sekaligus menyulut emosi netizen dibagikan oleh akun Instagram @taubatters mengenai kondisi terkini Masjid Al-Aqsa di Kota Yerusalem, Palestina.
Sebagai dampak dari eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026, Masjid Al Aqsa dilaporkan ditutup total, termasuk untuk aktivitas ibadah.
Kondisi ini menyebabkan Masjid Al Aqsa, untuk pertama kalinya, tidak menyelenggarakan salat Tarawih pada Ramadan tahun ini.
"Untuk pertama kalinya selama Ramadan, tidak ada jemaah atau salat Tarawih yang dilaksanakan di Masjid Al Aqsa," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Saat postingan itu dibagikan, area Masjid Al Aqsa sudah dua hari berturut-turut terpantau sepi dan dijaga ketat oleh aparat.
"Untuk hari kedua berturut-turut, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki tetap kosong dari jemaah, karena otoritas Israel memberlakukan penutupan dengan alasan kondisi keamanan," tambah akun itu.
Kabar ini memicu gelombang kesedihan dari netizen Indonesia. Artis Meisya Siregar menjadi salah satu yang mengungkapkan rasa empatinya melalui komentar dengan emoji menangis, "Ya Allah".
Selain Meisya, banyak netizen lain yang menyematkan emoji patah hati karena tempat suci tersebut tidak bisa digunakan untuk beribadah.
"Ya Allah ya Rabb sedih. Masjid penuh sejarah, tempat umat Islam melaksanakan kewajibannya... Semoga Laknat Allah SWT segera datang untuk mereka-mereka yang dzalim terhadap umat Islam.. Aamiin," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Laporan mengenai penutupan ini dikonfirmasi oleh media lokal seperti Quds Network dan Al-Quds Al-Bawsala. Mereka menyebutkan bahwa penutupan telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut sejak ketegangan militer memuncak.
Pihak berwenang Israel berdalih bahwa tindakan drastis ini diambil demi keamanan nasional yang mendesak.
"Untuk hari ketiga berturut-turut, pendudukan terus menutup Masjid Al Aqsa dan melarang salat di sana," lapor Quds Network yang memantau situasi langsung dari lapangan pada Selasa, 3 Maret 2026.
Video yang beredar menunjukkan pemandangan memilukan. Pelataran masjid yang biasanya dipadati ribuan jemaah saat Ramadan, kini tampak sunyi senyap.
Otoritas keamanan Israel menyatakan kebijakan ini adalah bagian dari protokol darurat menyusul serangan skala besar di kawasan tersebut.
"Masjid tampak kosong karena penutupan oleh pendudukan Israel dan pencegahan akses bagi jemaah dengan dalih 'keadaan darurat' terkait perang dengan Iran," tulis laporan media setempat.
Selain menutup akses masjid, militer Israel dilaporkan juga menutup akses ke Tepi Barat. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pengosongan paksa telah dimulai sejak Sabtu pagi, 28 Februari 2026, di mana umat Muslim dilarang mendekati lokasi suci tersebut.
"Pasukan pendudukan telah menutup Masjid Al-Aqsa pada Sabtu pagi, memaksa para jemaah pergi dan mencegah pelaksanaan salat Isya dan Tarawih," lapor WAFA.
Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan fundamental dalam sejarah Islam sebagai kiblat pertama umat Muslim dan saksi bisu peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Tak heran, setiap gangguan akses terhadap kompleks suci ini selalu memicu reaksi emosional yang kuat dari komunitas Muslim di seluruh dunia.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah