- Film Spectre (2015) kembali disutradarai Sam Mendes dengan Daniel Craig sebagai James Bond menghadapi organisasi bayangan SPECTRE.
- Bond menerima pesan rahasia dari M mendiang yang membawanya mengungkap organisasi jahat tersebut melalui beberapa lokasi internasional.
- Film ini menampilkan Monica Bellucci sebagai *Bond Girl* tertua dan Christoph Waltz sebagai antagonis yang ternyata Blofeld.
Suara.com - Setelah kesuksesan masif Skyfall pada tahun 2012, ekspektasi publik terhadap sekuelnya, Spectre (2015), berada di titik tertinggi.
Sutradara Sam Mendes kembali dipercaya untuk menahkodai film ini, membawa Daniel Craig kembali mengenakan setelan tuksedo ikoniknya.
Namun, kali ini James Bond tidak hanya berhadapan dengan teroris biasa; ia harus menghadapi organisasi bayangan yang ternyata menjadi benang merah dari seluruh penderitaannya sejak Casino Royale.
Spectre akan tayang pada Sabtu (7/3/2026) dini hari nati pukul 02.00 WIB menemani sahur Anda. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Cerita dimulai dengan sekuens pembuka yang spektakuler di Mexico City saat perayaan Day of the Dead.
![James Bond: Spectre yang dibintangi Daniel Craig dan Monica Bellucci akan tayang pada Sabtu (7/3/2026) dini hari nanti pukul 02.00 WIB menemani sahur Anda. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/06/27599-james-bond-spectre.jpg)
Melalui pesan rahasia dari masa lalu (mendiang M yang diperankan Judi Dench), Bond melakukan misi tidak resmi yang membawanya ke Roma.
Di sana, ia bertemu dengan Lucia Sciarra (Monica Bellucci), janda cantik dari seorang kriminal terkenal.
Pertemuan ini menjadi pintu masuk Bond ke dalam pertemuan rahasia organisasi jahat yang dikenal sebagai SPECTRE.
Pencarian Bond membawanya ke Austria, di mana ia bertemu kembali dengan musuh lamanya, Mr. White, yang kini sekarat.
White meminta Bond melindungi putrinya, Dr. Madeleine Swann (Léa Seydoux), yang memegang kunci untuk menemukan pusat organisasi tersebut.
![James Bond: Spectre yang dibintangi Daniel Craig dan Monica Bellucci akan tayang pada Sabtu (7/3/2026) dini hari nanti pukul 02.00 WIB menemani sahur Anda. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/06/59016-james-bond-spectre.jpg)
Bersama Swann, Bond melintasi gurun Maroko hingga akhirnya berhadapan langsung dengan dalang di balik segalanya: Franz Oberhauser (Christoph Waltz), pria yang memiliki kaitan personal yang sangat gelap dengan masa kecil Bond.
Daniel Craig memberikan performa yang lebih tenang namun tetap intens. Namun, sorotan utama sering kali tertuju pada para pemeran pendukungnya.
Monica Bellucci, meski tampil singkat, mencatatkan sejarah sebagai "Bond Girl" tertua, memberikan nuansa kedewasaan dan melankolis yang jarang ada di film 007.
Sementara itu, Léa Seydoux berhasil membawakan karakter Madeleine Swann dengan kecerdasan dan ketangguhan, menjadikannya lebih dari sekadar pemanis layar.
Kekecewaan terbesar bagi sebagian kritikus justru datang dari karakter Christoph Waltz.
Sebagai pemenang Oscar, Waltz diharapkan memberikan ancaman yang setara dengan Javier Bardem di film sebelumnya.
Namun, naskah film ini dinilai terlalu memaksakan hubungan "saudara angkat" antara Bond dan Oberhauser (yang kemudian mengungkap dirinya sebagai Ernst Stavro Blofeld).
Spectre dipuji sebagai film yang sangat menghibur dan memuji sinematografi Hoyte van Hoytema yang menangkap keindahan Roma dan dinginnya pegunungan Alpen dengan sangat estetis.
Spectre mencoba menggabungkan elemen klasik Bond era Sean Connery dengan gaya modern Craig yang kelam, film ini terasa terlalu panjang (durasi 148 menit) dan terkadang kehilangan momentum di babak ketiga.
Upaya untuk menghubungkan semua musuh Bond dari film-film sebelumnya ke dalam satu organisasi terasa sedikit dipaksakan secara naratif.
Di sisi lain, sekuens aksi pembuka di Meksiko sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah franchise, namun mengakui bahwa Spectre gagal melampaui kedalaman emosional yang telah dicapai oleh Skyfall.