Mirisnya, jika pihak berduka tak punya uang makan disuruh untuk menggadaikan apa saja yang dimiliki almarhum.
"Enggak punya duit disuruh gadai sertifikat atau jual kendaraan almarhum," ujarnya.
Ternyata bukan hanya dirinya, ada netizen lain yang mengaku tinggal di Bogor yang punya tradisi seperti itu.
"Di Bogor tempat ibu aku dimakamkan, sama. Malah bikin susah orang yang lagi berduka," ucapnya meski tak menjelaskan detail seperti akun sebelumnya.
Fenomena itu tentu membuat miris netizen lain yang tak mengalaminya.
Sampai ada netizen yang minta orang itu mending pindah kampung karena dianggap toxic.
"Lingkungan toxic, pindah cepet pindah," komentar netizen.
Namun ada juga orang Tangerang lain yang beda nasib karena memang ada sumbangan seikhlasnya setiap bulan.
"Saya di kota Tangerang, Kampung Sangiang, tiap bulan kita diminta sumbangan perlek se iklasnya, fungsinya kalau ada yang meninggol buat diberi kepada keluarganya, sebesar Rp2.500.000, biaya pemakaman gratis, tradisi kasi amplop buat yang solatin isinya Rp15.000, kita cuma kasih buat petugas gali kubur, untuk acara 7, 40, 100 hari terserah kepada keluarga duka, mau diadain atau tidak. Semua baik-baik aja enggak ada yang dikucilkan," cerita netizen itu.
Baca Juga: Selebgram Erika Octaviani Dimasukkan ke RSJ oleh Suami Sendiri
Kontributor : Tinwarotul Fatonah