- Habiburokhman dan Adian Napitupulu melakukan reka ulang debat ikonik "Ada vs Gak Ada" di sela rapat DPR, menunjukkan hubungan yang tetap harmonis.
- Meski sering berseberangan secara politik, keduanya tetap solid sebagai sesama aktivis 98 yang menjunjung tinggi kedewasaan berpolitik.
- Pertemuan ini menjadi simbol bahwa perbedaan argumen di masa pemilu tidak seharusnya merusak ikatan pertemanan di masa depan.
Perdebatan yang awalnya subtansial mendadak berubah menjadi adu argumen repetitif mengenai keberadaan sebuah data atau fakta dengan kata "Ada" dan "Nggak Ada" yang diucapkan berulang-ulang dalam tempo cepat.
Potongan klip tersebut langsung disambar oleh netizen. Dalam hitungan jam, video mereka di-remix dengan musik disko, dijadikan bahan konten TikTok, hingga stiker WhatsApp.
Beda Pendapat Tetap Sahabat
Di balik perseteruan di depan layar, Habiburokhman dan Adian Napitupulu sebenarnya memiliki akar yang sama. Keduanya merupakan bagian dari generasi aktivis 1998 yang turun ke jalan demi memperjuangkan reformasi.
Latar belakang inilah yang disinyalir membuat hubungan personal mereka tetap solid meski berada di garis politik yang berseberangan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Habiburokhman menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik tidak seharusnya merusak tatanan pertemanan. "Beda pendapat tetap sahabat," tulis politisi Gerindra tersebut dalam kolom caption.
Kepada awak media yang mengerumuninya setelah rapat, Habiburokhman menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan adalah cerminan dari kedewasaan berpolitik.
"Kami saling menghormati perjuangan masing-masing. Inilah demokrasi ala aktivis," ungkapnya dengan senyum lebar.