- Ustaz Solmed mengklarifikasi bahwa inisial SAM bukan dirinya, karena nama aslinya tidak mengandung unsur "Ahmad".
- Pelapor telah menghubungi Ustaz Solmed secara pribadi dan menegaskan bahwa terduga pelaku adalah orang lain.
- Ustaz Solmed mengancam akan melaporkan akun-akun provokator ke polisi setelah Lebaran jika konten fitnah tidak segera dihapus.
Meskipun banyak yang sudah minta maaf, Ustaz Solmed tetap tidak tinggal diam terhadap akun-akun yang sengaja menggiring opini negatif.
Dia mengaku telah mengantongi identitas dan bukti konten dari beberapa akun yang dianggap sebagai provokator pertama.
Tak main-main, ayah tiga anak ini sudah berkonsultasi dengan pihak kepolisian terkait rencana pelaporan tersebut.
Namun, dia masih memberikan kesempatan atau deadline bagi para pemilik akun untuk menghapus konten mereka.
"Saya sudah kantongi namanya, saya sudah kantongi akunnya. Insya Allah habis lebaran saya akan ke Polda atau Mabes Polri untuk melaporkan akun-akun yang telah membuat fitnah. Saya berikan waktu sampai lebaran ini. Segera di-take down," ancamnya.
Dia menekankan bahwa langkah hukum ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban. Ustaz Solmed membuka pintu maaf jika para pemilik akun memiliki iktikad baik sebelum laporan resmi dibuat.
"Pikirkan baik-baik, silakan datang ke tempat saya, sampaikan pertanggungjawaban saudara. Jika tidak, insya Allah saya pastikan habis lebaran saya akan bawa persoalan ini ke kasus hukum untuk saudara bertanggung jawab di pengadilan," pungkasnya.