Gelombang protes besar-besaran bertajuk "No Kings 3.0" kembali mengguncang Amerika Serikat, menandai salah satu mobilisasi massa paling masif dalam sejarah modern negara tersebut.
Dengan estimasi lebih dari 8 juta partisipan yang tersebar di 50 negara bagian, aksi ini menjadi simbol perlawanan terbuka terhadap kepemimpinan dan kebijakan Donald Trump.
Di tengah lautan manusia yang memadati jalanan New York, aktor legendaris Robert De Niro muncul di garis depan, mempertegas sikap politiknya yang telah lama menjadi sorotan publik.
Berikut ulasan tentang aksi Robert De Niro saat ikut aksi demo No Kings 3.0.
1. Orasi Tajam Robert De Niro: "Tidak Ada Raja Trump!"

Tampil bersama tokoh publik seperti Al Sharpton dan Letitia James, De Niro memberikan pidato yang membakar semangat massa di New York.
Ia menegaskan bahwa kehadiran jutaan rakyat di jalanan adalah bukti kekuatan demokrasi yang tidak bisa diabaikan.
Aktor pemenang Oscar ini secara spesifik menyerukan penolakan terhadap gaya kepemimpinan yang dianggap otoriter.
"Saatnya mengatakan tidak kepada raja. Tidak ada Raja Trump!" tegasnya.
De Niro juga mengkritik keras penggunaan kekuasaan negara, termasuk kebijakan ekonomi dan tindakan lembaga imigrasi (ICE) yang dinilai melampaui batas.
2. Solidaritas Pesohor Hollywood dan Musisi Legendaris

Aksi "No Kings 3.0" menjadi panggung bersatunya para seniman dan aktivis. Selain De Niro, nama-nama besar seperti Jane Fonda, Bruce Springsteen, dan Joan Baez turut memberikan dukungan nyata.
Di Washington D.C., Joan Baez tampil bersama Maggie Rogers, sementara di Minnesota, Bruce Springsteen berbagi panggung dengan tokoh politik seperti Bernie Sanders dan Tim Walz.
Springsteen menekankan bahwa solidaritas rakyat adalah benteng utama melawan ketakutan yang berusaha menguasai kota-kota di Amerika.
Dukungan digital pun mengalir deras melalui platform Threads dari selebriti lain seperti Jimmy Kimmel hingga Jamie Lee Curtis.
3. Kelanjutan Perseteruan Panjang De Niro vs Trump

Keterlibatan aktif De Niro dalam demonstrasi ini merupakan babak baru dari konflik personal dan politik yang telah berlangsung selama satu dekade.
Sejak tahun 2016, De Niro konsisten melontarkan kritik pedas terhadap Trump, yang kemudian sering dibalas dengan serangan personal oleh sang politikus.