Suara.com - Seorang pria dengan akun @jef*** mengunggah pernyataan kontroversial terkait syarat menikah untuk calon istri, hingga ditanggapi oleh Hesti Purwadinata.
Dalam unggahannya di Threads, akun tersebut menuliskan syarat sensitif berupa keharusan persalinan normal dan kewajiban memberikan ASI.
"Kalau sebelum nikah kita ajukan syarat: Harus persalinan normal. Tidak boleh lepas ASI. Apakah worth it?" tulis @jef***.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras publik karena dianggap mengabaikan kondisi medis dan realitas kompleks yang dialami perempuan saat melahirkan.
Tak lama setelah viral, akun @jef*** memberikan klarifikasi dan meminta warganet tidak terlalu memasukkan ucapannya ke dalam hati.
"Teruntuk semua yang sudah berkomentar, jangan dimasukkan ke hati ya, hidup di zaman sekarang pertanyaan realistis memang memicu reaksi plus-minus," tulisnya.
Dia juga menyinggung bahwa proses kelahiran hingga kematian adalah misteri Ilahi yang tidak sepenuhnya bisa diprediksi manusia.
"Realitasnya, kelahiran hingga kematian hanya misteri Ilahi, banyak yang menikah muda belum bisa mencerna bagaimana nanti melahirkan," lanjutnya.
Akun tersebut bahkan menyoroti kurangnya edukasi dari orang tua konservatif di era digital yang dinilai semakin tergerus.
"Diperlukan bimbingan pranikah yang maksimal agar pasangan siap menghadapi realitas rumah tangga," tulisnya lagi memperkuat argumen.
Namun, pernyataan berikutnya kembali memicu polemik karena mengaitkan pemberian ASI dengan alergi makanan pada anak.
"Coba dipikir deh, rata-rata yang alergi makanan itu waktu golden age tidak full ASI dari ibunya, benar tidak sih?" tambahnya.
Dia juga menyebut kemungkinan dampak susu formula sebagai faktor pemicu, meski tanpa dasar ilmiah yang jelas.
Tanggapan Hesti Purwadinata

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari presenter ternama Hesti Purwadinata yang menyebutnya sebagai opini tidak sensitif.
"Wow, berani banget mengajukan syarat seperti itu, HARUS persalinan normal, gak BOLEH lepas ASI, ‘worth it?’ kamu tanya itu?" kata Hesti.