Suara.com - Sebuah aksi tak pantas dilakukan oleh oknum tenaga kesehatan (nakes) yang kedapatan membuat konten joget di ruang operasi.
Berdasarkan keterangan video, peristiwa tersebut terjadi di Rumah Sakit Datu Beru, Kab. Aceh. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang nakes pria asik berjoget mengikuti alunan musik.
Nakes itu mengenakan masker dan pakaian operasi berwarna hijau. Ia juga terlihat mengalungkan cairan infus di lehernya yang biasa digunakan pasien rawat inap.
Mirisnya, di belakang nakes yang tengah asik berjoget itu, terlihat dokter dan nakes lainnya tengah serius melakukan tindakan operasi terhadap pasien.
Sontak saja aksi nakes yang joget di ruang operasi tersebut langsung menuai kecaman.
Banyak yang menyayangkan aksi nakes tersebut yang dinilai tidak bisa menjaga profesionalisme saat bekerja, terlebih lagi aksi tersebut dilakukan saat sedang menyelamatkan nyawa orang lain.
“Wah, ini sih keterlaluan banget. Di ruang operasi ada pasien lagi berjuang nyawa, eh malah ada yang joget-joget pake musik. Profesionalisme mana? Sterilnya gimana? Pecat aja deh, biar yang lain kapok. Nyawa orang bukan bahan hiburan!” tulis akun @maula***
“Nir empati, mana lagi kalungan botol infus. Untung bukan dokter bedahnya yang begitu,” kata akun @hendr***
“Orang model begini kok masih bisa berjoget pada saat bekerja mempertaruhkan nyawa orang lain?” imbuh akun @Sraha***
Sementara itu Direktur RSUD Datu Beru, Gusnarwin, akan melakukan tindakan tegas terhadap nakes tersebut.

Pihak rumah sakit juga telah melakukan rapat internal dan segera memanggil yang bersangakutan.
Tak hanya itu, Gusnarwin juga tegas akan melaporkan nakes tersebut ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
"Kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian," tegasnya, Rabu, 1 April 2026.
Tindakan tegas yang dilakukan terhadap nakes yang melanggar aturan diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi pihak lain.
"Supaya menjadi peringatan bagi yang lain agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.