Suara.com - Pernyataan kreator konten Steven Wongso berujung kontroversi karena secara blak-blakan menyamakan pelaku usaha martabak manis dengan pengedar narkoba.
Ucapan ini berawal dari keresahan Steven mengenai kandungan gula yang sangat tinggi dalam seporsi martabak manis.
Menurutnya, dampak buruk kesehatan yang ditimbulkan oleh gula tak bisa dianggap remeh dan bahkan lebih mematikan dibandingkan zat terlarang.
"Sadar nggak kalau penjual martabak manis, sama kayak penjual narkoba tapi versi legal. Ini sudah 2026, jualan yang sehat-sehat aja. Sadar nggak banyak orang yang meninggal karena gula," kata Steven dalam video yang beredar luas.
Ia juga khawatir terhadap para pengusaha kuliner yang dianggapnya tidak memikirkan aspek kesehatan konsumen.
"Sadar nggak seberapa banyak gula dalam adonan martabak bapak, ibu? Itu bener-bener bisa ngebunuh orang kalau terus-terusan," ucapnya.
Lebih jauh lagi, Steven membawa aspek keyakinan pribadinya yang memicu perdebatan sengit di kolom komentar.
"Menurut keyakinan saya, semua penjual martabak manis itu banyak dosanya. Amit," tambahnya.
Sontak, video tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari kalangan selebriti yang juga berkecimpung di dunia kuliner.
Nicky Tirta, yang dikenal sebagai aktor sekaligus chef yang memiliki lini bisnis martabak, tak mampu membendung amarahnya.
Melalui unggahan di akun media sosialnya pada Jumat, 10 April 2026, Nicky memberikan sindiran pedas yang langsung ditujukan kepada Stevan.
"Daripada TANTRUM, mendingan beli Martabak Manis! Jangan lupa extra butter pake keju melelehhhh.. YUMMMMMMYYYY. Tag ke orangnya dong, maaf saya males ngetik namanya," tulis Nicky Tirta sebagai bentuk pembelaan terhadap usahanya dan para pedagang martabak lainnya.
Meskipun Steven kemudian memberikan klarifikasi bahwa konten tersebut dibuat tanpa niat menyinggung secara personal, luka hati para penjual martabak nampaknya sudah terlanjur dalam.
Banyak netizen dan pelaku usaha yang memberikan dukungan kepada Nicky Tirta karena menilai konten Stevan telah melampaui batas, meskipun ia mengklaim hanya sekadar membuat konten edukasi kesehatan.
Dampak dari pernyataan ini bahkan berujung pada aksi pemboikotan. Beberapa penjual martabak secara terang-terangan memasukkan nama Steven ke dalam daftar hitam (blacklist) agar ia tidak bisa lagi membeli produk mereka.
Namun, secara ironis, ada pula pedagang yang justru merasa diuntungkan oleh viralnya kasus ini.
Salah satu penjual martabak justru mengucapkan terima kasih di kolom komentar Steven karena dagangannya mendadak laris manis setelah video tersebut viral.
"Terima kasih ya mas, gara-gara video kemarin, martabaknya jadi laris," ucap sang penjual.
Menanggapi hal itu, Steven justru terlihat santai dan justru semakin berani dengan melabeli dirinya sendiri sebagai tokoh baru di industri ini.
"Mas punya grup pedagang martabak nggak. Nanti tempelin foto saya, pasti martabaknya tambah ramai," timpal Stevan yang bahkan kini menyebut dirinya sebagai duta martabak.
Hingga saat ini, Steven Wongso terpantau belum memberikan respons resmi terkait sentilan pedas yang dilayangkan oleh Nicky Tirta.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah