- Habib Jafar mengenang mendiang Vidi Aldiano dalam acara 40 harian di TPU Tanah Kusir pada 18 April 2026.
- Kebaikan Vidi Aldiano semasa hidup dibuktikan melalui besarnya antusiasme pelayat yang hadir secara langsung maupun daring.
- Pihak keluarga berupaya menjaga semangat Vidi tetap hidup melalui karya dan kebaikan yang ditinggalkan bagi banyak orang.
Suara.com - Sosok almarhum Vidi Aldiano disebut tetap "hidup" meski telah wafat. Hal itu disampaikan Habib Jafar saat menghadiri acara 40 harian sang musisi di Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 April 2026 malam.
Menurut Habib Jafar, salah satu ciri orang baik terlihat dari kesaksian orang-orang di sekitarnya. Dia menilai hal tersebut tampak jelas dari sosok Vidi.
"Ciri orang baik itu di antaranya yang terlihat pada almarhum Vidi adalah pertama, mendapat kesaksian baik dari orang-orang yang ada di sekitarnya yang mencintai dia. Itu kata Nabi Muhammad, kesaksian kepada mayit tentang kebaikan maupun keburukan itu nyata," kata Habib Jafar.
Tak hanya itu, antusiasme pelayat yang masih tinggi hingga hari ke-40 juga dinilai menjadi bukti kuat bahwa Vidi meninggalkan kesan mendalam.
"Kemudian, bahkan sampai hari ke-40 masih antusias, dan mungkin seterusnya akan tetap antusias," lanjutnya.
![Habib Jafar ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta usai pemakaman Vidi Aldiano pada Minggu 8 Maret 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/08/50389-habib-jafar.jpg)
Habib Jafar juga menyoroti langkah keluarga yang terus menghidupkan semangat Vidi melalui karya dan kenangan yang ditinggalkan.
"Dan yang kedua, menurut saya tepat langkah keluarga ketika membuat satu hal bahwa Vidi tetap hidup. Karena itu juga ciri orang-orang baik, bahwa ketika wafat dia tetap hidup dalam semangat, dalam karya, dan dalam kebaikan," jelasnya.
Lebih jauh, xia menilai kepergian Vidi justru membawa dampak luas bagi banyak orang. Momen berkumpulnya ratusan pelayat hingga ribuan yang mengikuti secara daring menjadi bukti bahwa sosoknya mampu menyatukan banyak orang.
"Alhamdulillah almarhum Vidi bisa membuat ratusan orang di offline, kemudian ribuan orang di online untuk berkumpul, bersilaturahmi, makan bersama, itu juga kebaikan, dan mendoakan almarhum Vidi," ucap Habib Jafar.
Dia menambahkan, salah satu pelajaran penting yang ditinggalkan Vidi adalah tentang mengingat kematian dan menjalani hidup sebaik mungkin.
"Dan yang paling penting juga, membuat kita jadi ingat mati. Itu naiehat terbaik untuk kita dari Vidi. Pelajaran bagi kita dari Vidi adalah hiduplah sebaik-baiknya walaupun sedang sakit, dan wafatlah dalam keadaan terbaik dengan selalu ingat wafat ketika kita hidup," pungkasnya.
Sebagai informasi, Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 setelah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih enam tahun. Ia mengembuskan napas terakhir di kediamannya pada pukul 16.33 WIB dalam usia 35 tahun.
Penyakit tersebut pertama kali terdeteksi pada 2019 dalam kondisi stadium tiga. Saat itu, Vidi menjalani operasi pengangkatan salah satu ginjal di Singapura dan melanjutkan perawatan seperti kemoterapi serta pemeriksaan rutin.
Jenazah pelantun "Nuansa Bening" itu dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada 8 Maret 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, termasuk bagi istri, keluarga, dan para sahabatnya.